“Mimpi” ke Luar Negeri…

Tanggal 21 Oktober 2007, menandai dua bulan – dari rencana dua tahun — aku berada di desa Wageningen, Belanda. Dua bulan ini, aku benar-benar merasakan “mimpi” yang kini menjadi kenyataan.

Ya, ketika kecil, aku pernah punya mimpi itu. Waktu itu aku belum sekolah. Ada seorang pastor Belanda yang memimpin gerejaku, Gereja Katolik Santa Maria Mataram, Tugumulyo, Musi Rawas, 380 km dari Palembang, Sumatera Selatan.

Namanya Pastor Th. Bontje SCJ. Orangnya tinggi besar, kulitnya putih, berjenggot panjang. Ia sangat akrab dan dekat dengan anak-anak. Namun, perjumpaan kami tidak begitu lama. Ia harus pulang ke negeri Belanda, karena masalah kewarganegaran.

Suatu kali aku bertanya kepada bapak.

“Kemana pastor pergi?”

“Ke luar negeri. Pastor pulang ke Belanda,” jawab Bapak.

“Bagaimana supaya aku bisa ke Belanda?” lanjutku.

“Mana bisa kamu keluar negeri. Kalau kamu mau keluar negeri, kamu mesti jadi pastor,” jawab bapakku.

Memang, bisa dibilang, hanya para pastor yang bisa ke luar negeri. Mereka disekolahkan oleh gereja atau misi. Motivasi itu sempat tersirat, ketika aku masuk ke seminari: saya ingin menjadi pastor, supaya bisa keluar negeri.

Namun, setelah empat tahun di seminari, jalan menentukan lain. Mungkin karena motivasiku yang ‘tidak murni’, cita-citaku menjadi pastor stop di tengah jalan. Hmmm….

Meski aku gagal menjadi pastor, namun mimpiku waktu kecil, ternyata masih terus terngiang. Aku ingin keluar negeri. Aku ingin belajar ke luar negeri. Bagaimana caranya? Satu-satunya cara untuk bisa keluar negeri dan belajar secara gratis: cari beasiswa.

Kalau berharap dari orang tuaku, tidak mungkin. Bapakku seorang transmigran di Tanahgaro, Jambi. Sebagai anak keluarga petani sederhana, aku harus berjuang. Sejak kelas lima Sekolah Dasar, aku harus berpisah dengan orang tuaku dan menjadi anak angkat guru SD-ku: supaya aku bisa sekolah!

***

Mimpiku senantiasa hadir dan terngiang, menjadi sebuah motivasi. Namun proses yang kujalani lumayan panjang. Apalagi aku harus memulainya dari minus, bukan lagi dari nol.

Pengetahuan bahasa Inggris? Modalku hanya ilmu yang kuterima dari Pak Bernardi, guruku di Seminari. Aku tidak pernah makan ‘bangku’ kursus. Untuk bayar kuliah saja, aku harus survive. Sehingga, tidak cukup untuk tambahan biaya kursus.

Background-ku bukan dosen atau PNS yang punya kesempatan besar untuk disekolahkan. Aku cuma buruh di sebuah radio swasta di Palembang. Aku sebenarnya tertarik menjadi dosen. Sayang, ketika melamar jadi dosen di almamater, aku tidak lolos!

Sejak 2003, aku apply beasiswa ke sana kemari. Berkali-kali gagal dan ditolak, karena Bahasa Inggrisku minim. Waktu itu hasil test Toefl-ku di Lembaga Bahasa Universitas Sriwijaya hanya 463. Namun, setiap kali ada kesempatan, aku terus saja apply lagi. Tidak penting, mereka mau menerima atau tidak.

Pada suatu kesempatan aku menghadiri presentasi beasiswa Stuned di Palembang, sehingga mengenalkan saya pada beasiswa yang dikelola oleh NEC (sekarang NESO: Netherland Education Support Office) itu. Kebetulan mereka membuka program pre registration. Syaratnya, Toefl minimal 450. Mereka yang lolos akan diikursertakan kursus bahasa Inggris di Jakarta.

Setelah seleksi, wawancara dan sebagainya, akhirnya aku menjadi salah satu peserta yang lulus, dari 60-an peserta yang diwawancara. Konon, yang memasukkan berkas, sekitar 600 orang. Akhirnya aku berangkat ke Jakarta, untuk menjalani program English for Academic Purposes di ELS Language Centre, Jalan Tendean, Mampang, selama lima bulan.

Dengan modal Bahasa Inggris yang pas-pasan, aku harus kerja keras untuk meng-upgrade score TOEFL. Dengan kerja keras, akhirnya aku lebih ‘ngeh’ dengan Bahasa Inggris dan bisa memenuhi persyaratan skor Toefl. Namun, tetap saja, aku harus terus belajar Bahasa Inggris.

Selama proses kursus, aku mulai mendaftar ke beberapa universitas di Belanda. Program yang aku minati adalah Communication Science, Media, and Journalism.

Di University of Maastricht aku diterima untuk program Media Culture dengan lama kuliah 9 bulan. Karena jangka waktunya terlalu singkat, aku kurang tertarik.

Aku juga diterima di University of Twente untuk program New Media and Design dengan lama kuliah satu tahun. Namun aku harus mengambil empat mata kuliah tambahan, karena empat mata kuliah di program Bachelor-ku tidak diakui. Wah, agak ribet!

Aku juga mendaftar di University van Amsterdam untuk program European Communication Studies. Kata Elcid, temanku, kampus ini merupakan the big five di Belanda. Wah, menantang! Aku mendapatkan provisional letter of admission. Sayangnya, mereka tidak menerima ITP Toefl, sehingga aku harus mengikuti test yang mereka selenggarakan sendiri. Ini tidak mungkin, karena aku tidak bisa berangkat dengan biaya sendiri.

Pilihan terakhir, Wageningen University, untuk program Applied Communication Science. Di kampus ini aku juga telah mendapatkan provisional admission letter.

Dapat Dua Beasiswa?

Setelah melewati tahapan wawancara untuk beasiswa Stuned di Jakarta, aku langsung pulang ke Palembang untuk mempersiapkan pernikahan saya, 14 Juli 2007. Sambil berharap-harap cemas menunggu hasil dari Stuned, tiba-tiba aku mendapatkan email dari Wageningen seperti ini:

Subject:

WU Scholarship 2007, widodo, filenr. 2007003736
Date: Wed, 11 Jul 2007 17:16:24 +0200
From: “Weerd, Willy vande” <Willy.vandeWeerd@wur.nl>
To: jo_widodo@yahoo.com
CC: “Nooij, Marleen” <Marleen.Nooij@wur.nl>

Dear Student,

Herewith I want to inform you that we have decided to award you a WU Scholarship for the academic year 2007-2008 and 2008-2009 for the MSc programme Applied Communication Science at Wageningen University starting in September 2007.

The awarding letter is attached to this E-mail.

Please confirm as soon as possible that you accept the Scholarship and that you will start with your program in September 2007. After your acceptance we will start the procedure for visa, registration etc.

With kind regards,

Ab Groen,

director Education and Research

Wageningen

University and Research CentreDepartment for Education and ResearchCosterweg 50/P.O. Box 91016701 BH/6700 HB Wageningen

 

***

Antara percaya dan tidak percaya, aku baca berulang-ulang email tersebut. “WU Scholarship. Apa maksudnya?” Ketika apply ke Wageningen, aku tidak pernah ngomong atau pun minta scholarship. Aku juga sama sekali tidak tahu, bahwa ada scholarship dari Wageningen University.

Dalam kebingungan antara percaya dan tidak percaya, aku langsung mem-forward email tersebut kepada Mbak Sisca, Senior Scholarship Officer Stuned. Di pengantar email, aku menanyakan tentang email tersebut dan bagaimana kebenarannya.

Beberapa jam kemudian Mbak Sisca menelpon dan mengucapkan selamat. Aku sudah mendapatkan full fellowship dari Wageningen University.

“Sekarang Pak Yohanes mau pilih yang mana? Beasiswa itu atau dari Stuned? Karena tidak mungkin mendapatkan dua-duanya.”

“Yang ini sajalah, mbak. Yang sudah pasti,” jawabku. Saat itu, aku memang belum mendapat kepastian tentang lolos tidaknya saya untuk mendapatkan beasiswa Stuned. Meski bisa dibilang, 90 persen, aku yakin lulus.

***

Saat ini, aku hanya bisa bersyukur dan terus bersyukur, karena aku telah sampai pada tahapan ini. Memang, perjuangan belum berakhir.

Pada kesempatan ini, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk bojoku, yang rela kutinggalkan, walau baru satu bulan menikah. Tanggal 14 Juli kami menikah. Sebulan berikutnya, tanggal 20 Agustus, aku harus terbang ke Belanda. Juga terima kasih untuk bapak-ibu di Palembang, dan keluargaku di Tugumulyo dan di Jambi.

Tak lupa, untuk kawan ‘gila’-ku, Dominggus Elcid Li, yang terus memprovokasiku dan memberi inspirasi. Tahun 2006 lalu, ‘bajingan’ itu lebih dahulu terbang ke Birmingham, Inggris, dengan beasiswa Ford Foundation.

“Bung, apakah untuk sampai ke luar negeri, butuh satu tahap kegilaan tertentu? hehehe…. ”

Last but not least, aku harus menyebut satu lagi: milis beasiswa. Aku sempat kapok, karena gara-gara bergabung di milis ini, inbox yahoo-ku sempat ‘KO’ karena informasi yang membanjiri setiap hari. Tapi, sebagai pembaca pasif, aku banyak menyerap informasi dan pengalaman dari para milister.

Aku tahu dan sadar, studi keluar negeri, bukan hanya perjuangan seorang diri-pribadi, tetapi lebih-lebih adalah perjuangan keluarga, perjuangan orang banyak. Mohon doa dan restu. Semoga aku kuat menjalaninya. ***

37 Comment(s)

  1. Wah hebat.. selamat berjuang, mas. Semoga sukses! Ya mbok bojone di ajak tho.. :)

    JaF/ Rane | Oct 14, 2007 | Reply

  2. hi

    selamat yah, segala sesuatu indah pada waktunya. i got this experience last couple years ago in the UK..fantastic..still can feel it strongly.so enjoy your ‘dream’ and remember that time flies very fast :)

    semoga sekolahnya sukses, pulang kampung dan membangun negeri dengan new spirit.

    Tuhan memberkati
    SN

    Syalomi | Oct 14, 2007 | Reply

  3. Wah asyik yach dapet beasiswa. Sekarang ini ku juga lagi nyari beasiswa tapi ku juga mikirin tempat untuk test toefl.

    Dan juga tempat ngeburu beasiswa.

    Di padang mah susah nyari tempat yang aduhai untuk mengetes toefl. Tapi untuk sekarang saya butuh preparation dulu, kalau ngucap ini dan itu udah bisa dan ngerti,

    Sukses yo di netherland

    ladokutu | Oct 16, 2007 | Reply

  4. Wah selamat yach mas… Aku pun punya cita2 yg sama dan aku pun keep trying.Tapi yg rada ribet banyakan beasiswa yg mo ak ikut tuch minta pengalaman kerja minimal 2 tahun. Sekrg ak nyiar di salah satu radio swasta hampir setahun.Tapi kalo boleh tahu, masnya skrg kerjanya apa?apa masih di radio?

    Btw..sebenarnya pinging bgt lanjut s2 ke luar negeri tapi skrg ini aku masih mencoba jd PNS, habis ortu nggak restu utk studi kalo blm dpt kerjaan.aku sich dulu s1 nya Teknik Informatika.Tapi s2 nya aku pingin Humaniora ato nggak Komunikasi…dari sekian byk beasiswa yg ada…aku tertarik ama IFP (International Fellowship Program) dari IEEEF.

    Aku harap next year aku bisa coba, dan aku berharap tahun ini aku lolos PNS.Soir jd Curhat..tapi dari cerita mas aku merasa bhw cita2 harus diperjuangkan dng doa dan Usaha. Salam buat Isterinya mas…salut aku mau ditinggal setelah sebulan menikah. GBU

    desni | Oct 18, 2007 | Reply

  5. Hi…..!
    Selamat kawan!
    Luar biasa bisaada di Belanda.
    Saya mengucapkan proficiatbuat mu DO!

    Mau omong bahasa Inggris tapigak enak lo-nya udah fasih sih. Segan aja….

    Bagaimana kabarnya sekarang. Tampang lo gak berubah, hanya bedanya segar aja.
    Awas Do ontelnya, pinjam apa beli?

    Ok, sekian aja dulu. HAti-hati…awas lampu merah,jangan kesusu nanti benjut.
    See U later my friend.

    Dari Flores,
    Peace & Love

    Weking Simon

    Weking | Oct 20, 2007 | Reply

  6. Great moment kawan.

    Hal ini seperti yang dimuat di buku “THE SECRET”, dengan selalu berpikir thd 1 hal yg kita inginkan, dg berusaha tentunya, kita pasti bisa achieve.

    Selamat ‘berjuang’ :P :D

    Johan-TF-UAJY | Oct 22, 2007 | Reply

  7. Hebat — Salut … Selamat ya Mas, Anda Pasti SUKSES — Sebab Anda punya pemikiran yg sangat kuat untuk SUKSES …
    The Secret — Hehehehee — hebat..

    Yoni | Oct 23, 2007 | Reply

  8. Selamat Mas Boi…
    cerita panjenengan sungguh sangat inspiratif buat saya…saya juga pengeeeen banget kuliah di di wageningen ambil agriculture and bioresources engineering. .sesuai dengan S1 saya di Teknologi Industri Pertanian UGM. Bisa minta saran gmn caranya biar cita2 saya terwujud n boleh minta contoh application letter waktu ke wageningen dulu Mas? kirim aja via e-mail ya…
    Sukses buat studinya
    Nuwun GBU

    Fariz, untuk apply ke Wageningen University, gampang saja, karena via online, bisa lewat sini. Berkas-berkas cukup di scan dan kirim filenya saja. Mengenai application letter, apakah yang Farid maksud ‘motivation statement’ or ‘motivation letter’? Kalau itu yang dimaksud, nanti bisa saya kirimkan. Terima kasih.

    Fariz | Nov 6, 2007 | Reply

  9. critanya mirip2 andrea hirata ya mas, klo berusaha dan terus bermimpi akhirnya ksampean juga.. (salut mode: ON) sukses trus ya di belanda.

    Hemmm, terima kasih Aulia…. Saya termasuk ‘ketinggalan jaman’, karena belum sempat baca buku-bukunya Andrea Hirata. Setelah melakukan ‘googling’ saya akhirnya nonton tayangan “Laskar Pelangi” di http://www.kickandy.com.
    Sangat menyentuh, inspiratif. Saya jadi tertarik untuk baca bukunya Andrea. Btw, adakah teman-teman yang akan berangkat ke Belanda? Titip buku dong….

    Mengutip kata-kata Andrea, sebenarnya segala sesuatu tidak datang dengan tiba-tiba. Andrea bisa kuliah di Sorbonne, Perancis, itu karena ‘balas dendam’ terhadap nasib Lintang, kawannya yang pintar, tetapi karena miskin, setelah lulus SMP dia harus berhenti sekolah. ”

    Bagi saya, ‘mimpi’ ini yang terus memotivasi dan mengompori saya untuk memilih jalan ini. Meski, kadang terasa berat dan mendaki. Saya selalu teringat pesan bapak saya ketika SD-SMP: “Bapakmu ini cuma petani, tidak bisa mewarisi apa-apa. “Karena itu belajarlah tekun, karena dengan ilmu dan kepintaran, kamu akan tetap bisa hidup.

    aulia ali | Nov 7, 2007 | Reply

  10. aku wis ngomong ro … Bona, dabs .. Jarene sih gelem … yo mari kita liat n tunggu ae yo ..

    bedhez | Nov 7, 2007 | Reply

  11. 2 tumps for your story, Do. Jadi ingat, aku dulu nggak pernah kepikiran (dan bermimpi) datang ke sini, apalagi yang namanya Kampung Wage. Mimpiku hanyalah sebuah negeri di bawah Indonesia dan negeri lain yang jauh di seberang samudera. But, apply untuk ADS sampe 2 kali nggak lolos juga. Begonya gua, selama ini nggak pede untuk ikut StuNed gara-gara nggak punya International TOEFL/IELTS. Tapi kembali lagi : semua itu ada waktunya dan saat waktu itu tiba, DIA akan memberikan yang terbaik untuk kita.

    Jadi ingat waktu baca emailnya Mbak Sisca, saat itu aku dalam kebimbangan dan ada pada puncak kekesalan di suatu negeri asing. Ungkapan syukur dan doa hari itu kulantunkan di puncak Mountmartre dalam syahdunya Basilique du Sacre Coeur. “Ma Maison sera appelee Maison de priere pour tous les peuples” (Yesaya 56:7). Dan doa itu terjawab! Melewati perjalanan yang sangat sangat panjang (termasuk untuk mendapatkan tiket), here I am!

    Kerasa benar lagu yang kita mo nyanyikan hari Minggu nanti :

    Bersyukur selalu bagi kasihMu di dalam hidupku,
    dan takkan kuragu atas rencanaMu tuk masa depanku,
    sbagai Bapa yang baik, takkan pernah KAU melupakanku,
    sbagai Bapa yang sangat baik, takkan pernah KAU meninggalkanku…….

    Jesus Bless U always!

    Meis | Nov 8, 2007 | Reply

  12. maturnuwun nggih Mas..
    saya sudah buka form application online-nya n udah saya download.Mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak Mas Dodo.
    GBU

    Fariz | Nov 12, 2007 | Reply

  13. trims mas , kisahmu sungguh inspiratif.
    saya harap ini bisa jadi motivasi untuk semua orang dalam milis ini, tetap berusaha “meraih impian” mereka.

    saya pribadi sebetulnya sudah kepikiran untuk melanjutkan pendidikan ke taraf yang lebih tinggi (graduate level). Tapi biar dulu saya selesaikan misi saya (passing undergraduate level in IE) .
    mohon dukungan dan doa semua.

    amin.

    at least… PROFICIAT!!!!!!!!!!!!

    dony aditya yuniarto | Nov 12, 2007 | Reply

  14. selamat ya Do! akhire mimpimu tercapaiiiii!

    Matur nuwun jeng fitri. Blog-mu uapik! Namamu sudah berkibar di dunia blogger. Perasaan, dhisik luwih pinter aku, lho bab internet, hehe…

    anak JWPP temen dulu kala | Nov 17, 2007 | Reply

  15. wahhhhhh hebat euy …
    makasih ya, bang ..
    infonya banyak membantu
    semangatku jadi ‘kuadrat’ sekarang
    mudah2an aku bisa segera menyusul..
    he he he
    — i still have time, right?? —

    wardah | Nov 21, 2007 | Reply

  16. selamat ya bang….. moga sukses. makasi ya semangatnya… moga aku bisa cepet nyusul. he…e…
    salam
    arei

    arie | Nov 24, 2007 | Reply

  17. mas bisa tolong pinjamin file motivation letter ngak…soalnya saya mau ngeplay kuliah ke luar.

    terimaksih.

    Boyke Sirait | Nov 26, 2007 | Reply

  18. Jesus itu emang baik ya,,,,,,
    suka bikin kejutan di luar perkiraan
    meski kita ga slg kenal,,,tapi gw ikut seneng buat loe. Tetep eling Gusti Jesus ya !
    salut gw,,,,keep on fire ya ! GBU

    Phoebe Linggar | Dec 16, 2007 | Reply

  19. I know the journey is very2 long..
    tp dah bc ceritanya ms. Boi..
    i know i can do it
    my dreams is SORBONNE….
    fight for all of us!!

    Gustie | Feb 5, 2008 | Reply

  20. Aku melu seneng, Kang…. Melu ndonga juga… GBU!

    Wiji | Mar 22, 2008 | Reply

  21. baru baca2 cerita ini. SALUT MAS. INSPIRATIF SEKALI!! :)

    *sambil berdoa, kapan bisa nyusul masboi ya?* :D

    TIM's | Apr 22, 2008 | Reply

  22. Hallo mas Yohanes, (maaf saya pakai alamat email ibu saya), sayasenang sekali membaca kesaksian mas, saya carlo baru saja lulus sma khatolik dijakarta,ingin sekali sekolah di luar negeri, tapi english saya kurang seperti pengalaman mas dulu. Kalau mengharapkan penghasilan ibuku itu mustahil, dia seorang janda dan sudah sakit2an dan ayah kami melupakan saya dan abang saya sejak 16 tahun yg lalu. Dari dulu saya sangat bermimpi sekolah keluar negeri dan menyenangkan ibu, saya salut sekali dengan perjuangan mas untuk mengapai mimpi dan saya ingin seperti mas, karena setelah membaca kesaksian mas tersebut membuat semangat saya sekolah keluar negeri semangkin membara. Mas tolong minta alamat email atau web tempat mas memperoleh scholarship dan tolong bantu ajarin langkah-langkah yg harus saya lakukan. Sekian dulu ya mas, atas bantuan informasinya saya ucapkan terimakasih, Tuhan yang akan membalas kebaikan mas.

    GBU
    Josua

    Josua | Jun 22, 2008 | Reply

  23. Mas Boi…!! KERENN..!! Salut abiez..!! Bener2 DREAMS COME TRUE ya!! Btw, mas, tolong kirim file ‘motivation letter’ jg dwonk.. PLEASE.. Coz tahun lalu aku gak lulus seleksi scholarship ke london (hiks ), dan tahun ini berencana apply ke ADS. Please help me…n ARIGATOO ^_^

    Endah | Jul 13, 2008 | Reply

  24. Moga sukses lho ya mas studinya disana. Tulisan2mu menarik sekali. Kayaknya aku mesti banyak belajar deh sama kamu, hehehehe. Dirimu pernah terlibat di LPM PASTI ndak yaah? Duuh, bener deh kayaknya ada keterputusan komunikasi antar generasi.

    Ina
    Pimred PASTI 07-08

    Tyurina C Florencys | Jul 26, 2008 | Reply

  25. WU nerima TOEFL ITP dari NESO ya?? kirain hanya International TOEFL aja…

    desty | Oct 7, 2008 | Reply

  26. Selamat pg dr Yk, Kang!
    Jadi ingat pglmn jalan ke Manila dan Montreal, dua perjalanan pertamaku ke LN yang baru aku dapat tahun ini. Tapi masih ‘dikompori’ DEL, ‘…cuma tiga minggu? Kl mau lama ya cari beasiswa!’ Hahaha…

    Salut, Kang, untuk perjalananmu, jg u ketemuan PPI kemarin..
    Berharap masih ada ruang waktu u ak nututi awakmu dan DEL…

    GBU!

    Teratai Biru | Nov 3, 2008 | Reply

  27. mas widodo, wah pengalamannya bikin saya semangat ini, ni lg belajar toefl, mudah2an bisa naik scorenya. jika berkenan saya dikirimi contoh motivation letter ya…

    makasih
    -indah

    indah | Dec 1, 2008 | Reply

  28. sip,,aku dapat rekomend untuk baca dari mas elcid, kok kebetulan nya,,sampeyan dari tugumulyo ta?..gak terlalu jauh dari my homevillage..belitang..
    yen anda bisa,,aku juga ingin mencoba..

    selamat bung..

    andre | Jan 1, 2009 | Reply

  29. wow…

    gile keren baget mas…

    sy juga punya impianm bisa mewujudkan mimpi lanjutin kuliah di luar negeri, belanda jadi prioritas,,,hehhehe,,,,

    pastinya pengalamannya yg awesome.

    emank kmaren Mas ngajuin ke WUnya gmn…..???

    Gilbert Orlando | Feb 12, 2009 | Reply

  30. asuu tenan dodo…..
    wis suwe ra ketemu….malah minggat adoh men…
    kapan shearing karo aku pak..
    aku yo pengen ..entuk beasiswa ki…
    salam nggo elcid

    bucel …brooklyn

    bucel (benny brooklyn) | Mar 4, 2009 | Reply

  31. Salam kenal mas Boy, trims buat catatannya yang bagus. Salam buat pak Elcid, GBU.

    Sherwin | Mar 21, 2009 | Reply

  32. wow, kisah hidup mas Boy sangat memotifasi.

    John | May 4, 2009 | Reply

  33. dear mas dodo,
    aq seorg pns di aceh, keinginan ku u/ bs melanjutkan s2 ke luar negeri terutama ke australia atau malaysia. s1 ku raih di institut teknologi medan, fakultas teknologi industri, jurusan teknik industri. mas bs bantu aq u/ ngirim contoh motivation letter yg mas punya?
    i’m perhaps you can help me, thank you…

    nursyidah | May 26, 2009 | Reply

  34. Permisi mas dodo,,
    sya juga berencana untuk ke luar negri namun saya masih ragu2..
    kalau boleh tau darimana mas dodo dapet semua universita2 itu..
    bagaimana cara apply bea siswanya..

    Angel | Jun 25, 2009 | Reply

  35. Mas, bisa kasih contoh Letter of Acceptance (LoA) dari Professor. Tolong kirimkan ke ardiansyahputra85@gmail.com
    kebetulan professor di sana minta model LoA nya kayak apa. Thk

    ardi | Feb 25, 2010 | Reply

  36. Selamat kak semangat kakak mengingatkan diri sendiri saat ni saya berjuang mendapatkan beasiswa s2 dimalaysa but nyangkut di toefl maklum bhsa inggris pas-pasan n blm pernah ikut toefl tetapi kemauan saya sangat kuatdan ingin sekali mewujudkannya rasa ingin menyerah dengan biaya tes international toefl yg terlalu mahal mhon tipsnya saat ini saya jg sedang menjalani kuliah s2 di PTN semarang tp ht masih ingin urus beasiswa

    fitri | Aug 21, 2010 | Reply

  37. baca ini jadi termotivasi lagi buat ikut beasiswa. sempat down gara2 susah bikin essay, tapi saya tetep doa ke Tuhan biar dibukain pikiran biar gampag nulis essay nya plus dimudahkan jalan mencapai beasiswa nya~
    moga dapet kayak yang punya blog ini, hehe~
    #AMIN!

    eve_ | Nov 7, 2011 | Reply

4 Trackback(s)

  1. Jan 16, 2008: from catatan si boi
  2. Jun 22, 2008: from catatan si boi
  3. Aug 20, 2008: from 20082008 : catatan si boi
  4. Aug 24, 2008: from ini si masboi » Blog Archive » Satu Tahun di Belanda (1)

Post a Comment