Misteri Hidup Soe Hok Gie

Pengantar: Kisah hidup Hok Gie muda ini inspiring bagi Masboi. Ia mati muda, tapi di usianya yang relatif pendek itu, ia melakukan dan berbuat sesuatu yang luar biasa. Seluruh tulisan saya comot dari Majalah Femina.

hok-gie.jpgKetika Mira Lesmana dan Riri Riza menggarap film Gie, Soe Hok Gie, sudah 36 tahun terlelap dalam tidur abadinya. Buku hariannya Catatan Harian Seorang Demonstran sudah 10 tahun menghilang dari toko buku.

 

Wajar saja jika pertanyaan “Siapa Soe Hok Gie? akan dijawab orang berbeda-beda. Di mata mahasiswa ia adalah seorang demonstran tahun 60-an. Namun di mata pecinta alam dia adalah anak Mapala UI (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia) yang tewas di Semeru tahun 1969.

 

MELAMUN DI ATAS GENTING
“Gila! Umur 14 tahun dia sudah baca bukunya Gandhi, Tagore (Rabindranath Tagore, filsuf India-Red). Saya mungkin perlu waktu 10 tahun untuk bisa mengejar, puji Nicholas Saputra tentang Gie.

 

“Saya sering mendapatinya asyik membaca di bangku panjang dekat dapur, kenang kakaknya, sosiolog Arief Budiman yang kini menetap di Australia. Kakak perempuannya Dien Pranata punya kenangan berbeda. Ketika anak-anak sebayanya asyik mengejar layangan, Gie malah nongkrong di atap genting rumah. “Matanya menerawang jauh, seperti mencoba menyelami buku-buku yang dibacanya.

 

Selain membaca, Gie juga suka menulis buku harian. Sejak usia 15 tahun, setiap hari, ia menulis apa saja yang dialaminya. Catatan harian pertamanya bertanggal 4 Maret 1957, ketika ia masih duduk di kelas 2 SMP Stada. Catatan terakhir bertanggal 10 Desember 1969, hanya seminggu sebelum kematiannya.

 

BERANI MENGKRITIK

Di zaman Gie, kampus menjadi ajang pertarungan kaum intelektual yang menentang atau mendukung pemerintahan Bung Karno. Sepanjang 1966-1969 Gie berperan aktif dalam berbagai demonstrasi. Uniknya ia tak pernah menjadi anggota KAMI, organisasi yang menjadi lokomotif politik angkatan 66.

 

Gie lebih banyak berjuang lewat tulisan. Kritiknya pada Orde Lama dan Presiden Soekarno digelar terbuka lewat diskusi maupun tulisan di media masa. Ketika pemerintahan Soekarno ditumbangkan gerakan mahasiswa Angkatan 66, Gie memilih menyepi ke puncak-puncak gunung ketimbang menjadi anggota DPR-GR.

 

Sebagai anak muda, walaupun suka mengkritik dan doyan menyendiri, Gie ternyata sangat “gaul. “Penampilannya, biasa aja. Tapi kenalannya orang berpangkat dan nama-nama beken. Saya tahu, karena sering ikut dia. Misalnya saat ambil honor tulisan di Kompas atau Sinar Harapan. Nggak terbayang dia bisa kenalan dengan penyair Taufik Ismail dan Goenawan Mohamad! “, kata Badil.

 

TEWAS DI PUNCAK SEMERU
“Saya selalu ingat kematian. Saya ingin ngobrol-ngobrol, pamit, sebelum ke Semeru, begitu penggalan catatan harian Gie, Senin, 8 Desember 1969. Seminggu setelah itu, ia bersama Anton Wiyana, A. Rahman, Freddy Lasut, Idhan Lubis, Herman Lantang, Rudy Badil, Aristides Katoppo berangkat ke Gunung Semeru.

 

Siapa mengira, itulah terakhir kalinya mereka mendaki bersama Gie. Tanggal 16 Desember 1969, sehari sebelum ulangtahunnya ke 27 Gie dan Idhan Lubis tewas saat turun dari puncak karena menghirup uap beracun. Herman Lantang yang berada di dekat Gie saat kejadian melihat Gie dan Idhan kejang-kejang, berteriak dan mengamuk. Herman sempat mencoba menolong dengan napas buatan, tapi gagal.

 

Musibah kematian Gie di puncak Semeru sempat membuat teman-temannya bingung mencari alat transportasi untuk membawa jenazah Gie ke Jakarta. Tiba-tiba sebuah pesawat Antonov milik AURI mendarat di Malang. Pesawat itu sedang berpatroli rutin di Laut Selatan Jawa, Begitu mendengar kabar kematian Gie, Menteri Perhubungan saat itu Frans Seda memerintahkan pesawat berbelok ke Malang. “Saat jenasah masuk ke pesawat, seluruh awak kabin memberi penghormatan militer. Mereka kenal Gie!, kata Badil.

Jenasah Gie semula dimakamkan di Menteng Pulo. Namun pada 24 Desember 1969, dia dipindahkan ke Pekuburan Kober Tanah Abang agar dekat dengan kediaman ibunya. Dua tahun kemudian, kuburannya kena gusur proyek pembangunan prasasti. Keluarga dan teman-temannya, memutuskan menumbuk sisa-sisa tulang belulang Gie.

 

“Serbuknya kami tebar di antara bunga-bunga Edelweiss di lembah Mandalawangi di Puncak Pangrango. Di tempat itu Gie biasa merenung seperti patung, kata Rudy Badil.

79 Comment(s)

  1. awesome!
    bener2 inspiring, cerita hidup yang luar biasa.

    ferdi | Jan 23, 2008 | Reply

  2. trully inspiring ;-)

    kangen ama buku versi lamanya.. *ilanggggggggggggggggg*

    cyn | Jan 29, 2008 | Reply

  3. orang hebat mati muda..kalo Gie panjang umur, kira kira dia jadi kaya siapa hayo udah gedenya..

    mulia | Feb 3, 2008 | Reply

  4. Gw salut ma gie. Ak bjanji akan berdiri di pdang mandalawangi. Sahal (LA) tenkwah under sutet.16

    LA | Feb 5, 2008 | Reply

  5. gw nGeFAnsssssssss bGt MA gIE
    bUkTiNya GW pUnYA bUku2 TeNtanG gIe
    Kya CATATAN SEORANG DEMONSTRAN ctakan 1983,ma baru 2005
    , mEmoar BiRu gie, PerGLATAN iNteleKtual MELAWAN tIRANI,oRG2 DI PERSIMPANGAN KIRI JALAN,sKenario saat PmBUATAn FilM Gie delll
    GW sUka SAMA iDEOLOGI dY, sIfat DY,gw KpInGiN Kya SoE hOk Gie
    MnerUsKAN N mMPerJuangIN cIta2 DY,yah walaupun GW GAK bISA100% kYA dIA SMUANYA

    wury | Feb 18, 2008 | Reply

  6. Ketika sepi dan letih menyergap, kau diam menatap angin yang hanya basa-basi menyapa dan terbang entah kemana…. Gie….., sepi adalah hidupmu, rerumputan basah adalah rangkulanmu….

    william | Feb 27, 2008 | Reply

  7. apakah kau masih selembut itu memintaku tidur yang nyenyak…
    kabut tipis turun di lembah kasih! lembah pandalawangi

    sadoenk | Mar 19, 2008 | Reply

  8. Aku yakin…
    di belahan Nusantara ini ga akan ada Soe Hok Gie ke-2.

    Suatu saat jika sang waktu
    mengijinkanku ‘tuk mencumbu Mahameru…
    ‘kan kutebarkan ceritaku buatmu, Gie…
    ‘kan kusirami dengan peluhku di atas puncak itu,
    hanya untuk mengenangmu…

    Hendry Elang | Mar 22, 2008 | Reply

  9. gie…..

    u are my edelweiss,,,

    chacha | Aug 26, 2008 | Reply

  10. saya pengen bgt ke lembah mandalawangi di puncak pangrango sambil menikmati pemndgan bunga edelweiss
    gitu lho………………………………..

    elly | Sep 11, 2008 | Reply

  11. Sebenarnya catatan hariannya yang hilang itu seperti apa sih…?Ku pengen tau juga catatan aslinya…barangkali ada meskipun sudah gak layak baca.Gimana kalo di bikin museum Soe Hok Gie?Biar semua bangsa Indonesia tahu siapa SH Gie. ku pernah denger yayasan Mandalawangi.apakah masih aktif?
    Hidup MAHASISWA!!!

    Galih W | Sep 23, 2008 | Reply

  12. Begony gw..bru baca skrg,,pdhal film-ny udh brtahun2 yg lalu..
    Sumpah gw ska bgt sma seorg Gie..menurt gw dia superhero..

    Ika | Oct 7, 2008 | Reply

  13. gie…

    hmmm., q bekali kali pergi ke puncak mahameru tiada bosannya hnya untuk mencari tau siapa diriku sebenarnya..
    mencari kebebasan..
    dan hanya u/mengenangmu gie..
    melihat batu berbentuk segi empat yg berukirkan namamu.,

    -pidzrawk-

    hapidz | Oct 28, 2008 | Reply

  14. g

    evin | Nov 3, 2008 | Reply

  15. saya melihat pembutan film soe hok gie hanya mempunyai nilai yang tak banyak memperlihatkan nilai dean makna bagi pemuda sekarang. Film yang pernah beredar hanya merupakan satu sisi saja tanpa memperliahtkan sesi dan makna seorang gie yg sbenarnya. Nilai yang sebenarny harus memuat tentang soe hok gie yang mendirikan MAPALA UI. dengan cintanya terhadap tanah air indonesia dia mendaki gunung. tolong ini dimaknai ya….

    lukma | Nov 29, 2008 | Reply

  16. soe hok gie adalah sumber inspirasi bagi saya,,,
    soe hok gie adalah pembangkit semangat ku ketika aku bimbang dan semangat ku redup,,,

    semoga suatu saat nanti aku bisa menginjakkan kaki ku di puncak mahameru,,,

    salam lestari!!

    raung | Dec 25, 2008 | Reply

  17. kreN….INSPIRATOR GENERASI MUDA!!

    rany | Jan 24, 2009 | Reply

  18. SEORNG, pencnta alam guE KGum bged sama LOE…
    KAMI SEMUA MURID SMAN7BEKASI SGT KGUM DGN Sft kamu…..smoga apa yg kamu tunjukin ke dunia ini bermanfaat dan selalu menjadi semanggat buat gnerasi muda skarang…

    rany | Jan 24, 2009 | Reply

  19. sungguh manusia yang sangat luar biasa,
    saya terkesan dan termotivasi….
    Gie merupakan salah satu manusia cerdas yang dimiliki bumi indonesia,

    Bagus | Feb 5, 2009 | Reply

  20. bener-bener menginspirasi baik buku, film dan kisah hidupnya. Sering saat hidupku down, kubaca kembali bukunya, kulihat lagi filmnya dan kuingat perjalananku ke mandalawangi..jadi terinspirasi semangatnya and gak pengen menyianyiakan hidup..let’s do the best until we can’t breath..cayoo

    mrini | Feb 20, 2009 | Reply

  21. gue pengen bangat bisa jadi seperti lho, klo masih hidup gue pilih lho

    yakonia | Feb 24, 2009 | Reply

  22. Gie…

    Sebuah inspirasi…

    Secercah harapan bagi bangsa indonesia…

    Seorang legenda yang pernah hidup dan

    berkarya…

    Dody | Feb 27, 2009 | Reply

  23. Buat tmen2 pengagum GiE yang memiliki informasi mengenai keberadaan buku2 atau karya tulisnya, bagi2 ya…

    Sangat baik bila semua tulisan gie yang pernah ada di koran Kompas, Sinar Harapan, dll dijadikan buku secara lengkap.

    Tq.

    Dody | Feb 27, 2009 | Reply

  24. Gie..

    bner2 se2orang bisa kita teladani,,
    dy berjuang untuk negara kita,,
    masa dpan pmerintahan negara kita..

    Thun ini, akan ku tebus PUNCAK SEMERU..
    Kan kupijakkan kaki ini di hamparan
    HARAPAN & IMPIAN pda MAHAMERU..

    Kembali mencari siapa sebenarnya diriku,
    dan kembali “menatapmu”..

    GIE..
    kau adalah “EDELWEISS”,
    Yg kan tetap abadi meski org tak menyebutnya lgi edelweiss..

    eCKa_LuMba | Apr 7, 2009 | Reply

  25. gie..
    inspirasiku..

    i will follow your way life

    ……..

    SHaNny | Apr 27, 2009 | Reply

  26. GIE adlh sebuah inspirasi…
    Sebuah nama…
    Sebuah cerita…
    Org yg menutup mtanya untk terakhir x nya d punck abadi para dewa…
    D tmani oleh dingin na mlm ribuan bntang dn trselimuti dngin nya kabut gn semeru…

    Tian | May 12, 2009 | Reply

  27. MEMORIAM

    Yang mencintai udara jernih
    Yang mencintai terbang burung-burung
    Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
    Yang mencintai bumi

    Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
    Mereka tergadah & berkata, kesanalah Soe Hook Gie & Idhan Lubis pergi
    Kembali ke pangkuan bintang-bintang

    Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
    Sementara saputangan menahan tangis
    Sementara desember menabur gerimis

    piece in mahameru | Jun 9, 2009 | Reply

  28. Aku bangga atas drimu Gie… Aku akan selalu memujimu….
    Aku berjanji,
    bahwa terlahirnya aku didunia ini.. Aku akan menjadi reinkarnasi dirimu… Salam revolusi

    AgusTamar | Jul 23, 2009 | Reply

  29. siapa GIE2 lain yang bisa mengisi kekosongan negeri ini dengan orang yang benar dan hidup dengan wajar. siapa?

    telah kenyang negeri ini menerima dan memelihara orang2 laknat macam kita.

    yah, sekalipun pemujaan yang berlebih termasuk tergolong mental primordial.

    citra | Aug 2, 2009 | Reply

  30. GIE adalah sesosok yang tak mungkin dapat kita samai bagaimanapun tapi Dia kan selalu jadi contoh bagaimana kita harus berjuang dari kekuasaan semena” oknum”…
    Andai aku dilahirkn dan mati berdektan dgnnya itu suatu kebanggaan buatku…
    GIE,kau selalu yg terbaik dari yang terbaik…
    Yoou are my inspiration…lebih baik mati muda daripada hidup dengan ketidak berdayaan …

    Luca | Sep 29, 2009 | Reply

  31. gw punya tuh bukunya yang di terbitin lp3s, gw terinspirasi banget ma buku itu,,

    angga pee wee | Nov 9, 2009 | Reply

  32. gie gwe pengen banget ktemu loe, bertukar pikiran tentang hidup..
    ;”(

    angga pee wee | Nov 9, 2009 | Reply

  33. w penen dund bku2′y bsa di beli ga????
    or w pnjem????
    kalo bsda hub’n w ke fb w ya di : pw_soehokgie@yahoo.com

    angga peewee | Nov 14, 2009 | Reply

  34. amazing….mantab…cerita hidup yg luar biasa..bkn isapan jempol… RIP gie…
    we misz u…

    boim_sanggabuanabanten | Nov 14, 2009 | Reply

  35. awas soe hok gie cina tuh…

    laskary | Dec 16, 2009 | Reply

  36. Salut untuk SHG seorang intelek muda penuh semangat dan ideologi yg tangguh….berani berjuang lewat tulisan…lebih baik diam tapi melawan tirani dgn sebuah tulisan…….

    Gw pertama ngebaca bukunya langsung merasakan semangat untuk mencontoh SHG……….

    ifan | Dec 16, 2009 | Reply

  37. Laskary .. SOE HOK GIE BUKAN CINA!!! BELIAU ORG INDONESIA KETURUNAN TIONGHOA!!

    JGN RASIS dong jadi manusia… kita ini SATU! INDONESIA!

    DASAR PKI lo!

    Revolusi Garuda | Dec 17, 2009 | Reply

  38. smoga NEGARA PANCASILA tidak akan berubah bentuk.. mungkin semangat itu yang pernah ada pada seorang GIE, Merdeka..!!

    acho | Dec 19, 2009 | Reply

  39. to: LASKARY: apa yg sdh kau buat utk negeri ini..??? NOL…!!!!!

    kwiaw | Dec 20, 2009 | Reply

  40. TWO THUMPS UP…inspiratif banget baca biografi Soe Hok Gie meskipun sepintas..i’m proud of Soe Hok Gie..

    mimo | Dec 20, 2009 | Reply

  41. seorang sosok yang saat ini sangat jarang kita temui. Gie, begitu teman-teman memanggilnya seakan telah menembus ruang dan waktu dan menjadi tonggak perlawanan terhadap setiap ketidakadilan yang tengah terjadi di negeri tercinta ini.

    ivan arsiandi | Dec 22, 2009 | Reply

  42. to laskary: SHG tdk pernah berpikir sedetikpun bhw dia bukan bangsa Indonesia. Dia Indonesia sekali , coba baca kisahnya d buku ‘Sekali lagi SHG’

    fyi: sy jg WNI keturunan yg sdh berasimilasi dgn mayoritas penduduk Indonesia, dan sy bangga dgn SHG.

    sori no heart feeling :)

    emi | Dec 30, 2009 | Reply

  43. Ingin rasanya ada disampingnya untuk sekedar mendengan rekam jejak hidupnya .. yang dapa menjadi pelecut semangat hidup kita semua… semangat kejujuran, berani, tanggung jawab dan konsistensi

    Setelah banyak membaca kisah hidupnya dalam berbagai buku tentang HOK-GIE,, yang terakhir saya baca adalah buku yang release untuk mengenang 40 tahun meninggalnya “Soe Hok-Gie sekali lagi” …

    Rindu akan sosok itu …

    Tyo | Jan 2, 2010 | Reply

  44. gua baca buku catatan seorang demonstran cuma bisa tersenyum dan menyaluti kisah-kisah soe hok gie.

    semoga mahasiswa saat ini menjadikan kisah soe hok gie sebagai acuan memperjuangkan cita” dan mimpi mereka.

    riski asrianda | Feb 6, 2010 | Reply

  45. kenapa harus mati mudaaaaaaaaaaaa???
    pengen kelembah madalawangi, pengen ngobrol sama bunga edelweiss-nya!!
    pengen tanya, apa rasanya? apa pikirannya kalo ada disana?

    kennyminny | Mar 11, 2010 | Reply

  46. @ laskary RASIS LU BOY!

    kennyminny | Mar 11, 2010 | Reply

  47. kau tak akan tergantikan gie….

    ira | Mar 18, 2010 | Reply

  48. sosok seperti Gie yang d butuhkan negara sekarang..
    orang2 yang tidak mementingkan golongan…
    orang2 yang slalu mencari kebenaran..
    orang2 yang benci pada kemunafikan….

    jd pngen k Lembah Mandalawangi di Puncak Pangrango,,pngen tau apa yang d pikir n rasain Gie d atas sna….

    smga Gie slalu tenang d surga….amin…

    seto | Jun 26, 2010 | Reply

  49. aku rindu sosok sepertimu kawan.

    ardha | Jun 27, 2010 | Reply

  50. Hanya sedikit keberuntungan di DUNIA ini, sedikitnya itu adalah ketika seseorang bisa MATI MUDA setelah banyak berbuat kebajikan… maka beruntunglah kau GIE, beruntunglah kau dengan kehidupanmu kawan… !!!

    Irma Luhfy Varlyna.SP | Jun 29, 2010 | Reply

  51. salut banget sama Soe…di tengah zaman yang mendesak kaum-kaum kecil..dia berani menentang semuanya…dia tak pernah takut..bagi dia keadilan yang paling penting..
    jika Soe masih hidup, mungkin dia orang pertama yang menentang kasus-kasus politik yang terjadi sekarang…
    sampai sekarang, mimpi Soe tentang politik yang bersih dari korupsi, serta penyamarataan golongan,ras,agama dan suku bangsa belum terwujud…
    jika ada yang ingin Saya sampaikan….
    “Soe, kami akan tetap berjuang meneruskan langkah dan cita-citamu”

    sam | Jul 7, 2010 | Reply

  52. aku jadi merinding sekali
    seorang pemuda yang sangat cerdas dan peka dengan keadaan sekitar,…

    ndil | Jul 29, 2010 | Reply

  53. kenapa kebanyakan orang hebat atau kontroversial mati muda? cobain, joplin, morrison, hendrix….

    toko batik online | Jul 29, 2010 | Reply

  54. senang membaca profil beliau…memotivasi setiap orang yang ingin berjuang menuju kebebasan yang cemerlang tanpa ada hipokrisi dan slogan2 yang hanya perkataan semata….semoga beliau mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan..amin

    Backa INS | Aug 8, 2010 | Reply

  55. benar2 salut,sma Gie,tpie sayang,seiring berjalannya waktu,sudah banyak yg lupa akan sesosok pemuda berhati mulia ini,saya harap saya kita bisa mengenang jasa2 beliau xg sangat bijaksa ini.slamat jalan kami pemuda pemudi penerus bangsa akan terus memperjuangkan tanah air terbinta ini.

    madzborneo | Aug 23, 2010 | Reply

  56. salut sma “soe hok gie”….
    pengen bgt k mandalawangi….
    trus k semeru……….
    biar bsa ngerasain apa yang gie rasain dsna……….
    semoga kau tenang d surga gie,,kmi tetap mengenangmu……….

    salam lestari!!!!!!!!!

    nora | Feb 1, 2011 | Reply

  57. aq ingin seperti dia,
    memanfaatkan setiap detik hidupnya untuk memperjuangkan idealismenya…
    sungguh luar biasa….

    Kira Chan | Mar 4, 2011 | Reply

  58. Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
    Aada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
    Ttapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
    Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
    Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi

    Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
    Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
    Tapi aku ingin mati disisi mu manisku

    Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
    Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
    Mari sini sayangngku
    Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
    Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang

    Kita tak pernah menanamkan apa-apa
    Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

    Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahir
    Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
    Dan yang tersial adalah berumur tua

    Berbahagialah mereka yang mati muda
    Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
    Berbahagialah dalam ketiadaanmu

    teguh | Mar 8, 2011 | Reply

  59. sampai kapan pun namamu akan di kenang dalam hati sanubariku

    bijay | Apr 14, 2011 | Reply

  60. rindu akan sosokmu yg tenang rindu akan cerita” mu gie
    mahameru punya cerita tentang sosok yg mengagumkan tidak sia” ada namamu d sejajarkan di tempat puncak abadi para dewa…..

    lusy | Apr 23, 2011 | Reply

  61. [LIMITED STOCK] CATATAN SEORANG DEMONSTRAN

    Penulis : Soe Hok Gie
    Penerbit : Pustaka LP3ES
    Halaman : xxx+385 hlm (SC)
    Ukuran : 15.5 x 23
    Harga : Rp 60.000

    ask-order-request-buy.
    send ur message to our FB or 0821.3382-2284 – 0899.4545.573

    ‘Catatan Seorang Demonstran’ Sebuah buku tentang pergolakan pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.

    “Gie”, banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia ” Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah “Gie” hanya menambah musuh saja.

    “Soe Hok Gie” bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.

    Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : “Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.”

    “aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan bersama hidup yang begitu biru”

    deltabuku | Jul 7, 2011 | Reply

  62. Gie kren bgt, andai ja dia msh ada,pasti banyak lagi hal-hal yg g kbayang yg bkal dia lakuin..

    zhee | Sep 5, 2011 | Reply

  63. aq bangga padamu Gie..

    Sandra Petot | Sep 20, 2011 | Reply

  64. sudah . . . . .
    panggil aku Soe/Gie!

    Muchlas Jaelani | Nov 12, 2011 | Reply

  65. [READY 5 BOOKS] CATATAN SEORANG DEMONSTRAN

    Penulis : Soe Hok Gie
    Penerbit : Pustaka LP3ES
    Halaman : xxx+385 hlm (SC)
    Ukuran : 15.5 x 23
    Harga : Rp 60.000

    ‘Catatan Seorang Demonstran’ Sebuah buku tentang pergolakan pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.

    “Gie”, banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia ” Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah “Gie” hanya menambah musuh saja.

    “Soe Hok Gie” bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.

    Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : “Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.”

    “aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan bersama hidup yang begitu biru”

    ask-order-request-buy.
    send ur message to our FB or 0821.3382.2284

    deltabuku | Dec 5, 2011 | Reply

  66. inspirasi hidup yang kuat

    juni | Dec 21, 2011 | Reply

  67. Boleh pinjem ga??aku ud cari kemana2 gda..pliiiiiiiiiiiiiiiiisssssss..

    siska | Jan 4, 2012 | Reply

  68. kayak saya mungkin,,,,hheeheh

    novi | Jan 14, 2012 | Reply

  69. gie sangat menginspriasi buat aku .
    generasi muda harus bangkit,lawan generasi tua yang merajalela yang membuat negara ini semakin konyol menurutku …

    indah yulia | Jan 29, 2012 | Reply

  70. so pround of u, gie…

    utiya el husayni | Mar 29, 2012 | Reply

  71. ingin menjadi sosok bersemangat sprti gie..
    yang tak menyerah akan kejam nya zaman..
    dan itu terjadi lagi dan lagi di tanah air ini..
    ntah kpan akan brakhir..
    knapa pmerintah selalu haus akan harta dan jabatan yang tak kan berbuah apa2 d akhirat kelak..
    semoga mahasiswa zaman skrang berfikir akan tanah air yang semakin renta ini..
    bukan hanya sibuk dengan hal2 yang tak bermanfaat dan membawa mudarat..
    amin..

    utiya el husayni | Mar 29, 2012 | Reply

  72. rasis loe,SOE HOK GIE adalah WNI,knp mempermasalahkan ras?apa salahnya orang Cina?warna darah kita sama sama merah,emangnya orang Cina bukan manusia?

    dhany lie | May 20, 2012 | Reply

  73. pengin beli buku-buku tentang soe hok gie… minta infonya bisa dapat dimana aja??? kalau ada minta infonya di email saya ini ya zulykristanto@gmail.com trims

    zuly kristanto | Jun 27, 2012 | Reply

  74. Jika Gie msi hdup,pasti dia akn kcewa dgn apa yg prnh menjdi obsesi militansinya

    Magesta | Jun 30, 2012 | Reply

  75. akankan akan muncul lagi sosok@ gie yang slanjutnya yang siap memberantas ksewenangan

    adhi | Nov 6, 2012 | Reply

  76. “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan” soe hok gie aku kagum km

    teddy | Mar 8, 2013 | Reply

  77. sungguh luarbiasanya seseorang yg biasa..dy adl GIE

    ferdyArema | Mar 15, 2013 | Reply

  78. To:wury
    mo tanya dong bener gag ad hal cetakan yg hilang pada cetakan yg baru tx

    yudha | Jul 10, 2013 | Reply

  79. I see your website is in the same niche like my website. Do you allow guest posting?
    I can write high quality posts for you. Let me know if you are interested.

    Alannah91 | Nov 12, 2016 | Reply

1 Trackback(s)

  1. Dec 16, 2009: from Pecinta Alam Yang Mati Muda « jejaka petualang

Post a Comment