Mereka Terlahir untuk Bergoyang
By masboi on Mar 25, 2008 in Serba-Serbi
Anda pernah menonton film-film India atau bahkan penikmat film-film Bolliwood? Ya, sejak lama film-film India dan produksi Bollywood banyak disukai oleh orang-orang kita.
Salah satu film yang cukup terkenal adalah Kuch Kuch Hota Hai. Itu salah satu film yang pernah saya tonton sampai tiga kali. Saya tertarik menonton film-film India karena ceritanya yang enteng-sederhana. Selain itu, selalu ada bumbu ‘penyedap’ di hampir setiap film India: lagu dan goyangan alias tarian yang rancak-rame.

Gadis-gadis Nepal di Kampung Wageningen
Saya baru sadar bahwa orang-orang India — dan juga orang-orang Asia Selatan , seperti Nepal, Bangladesh, dan Pakistan — memang identik dengan menari dan bergoyang. Seolah, mereka terlahir untuk menyanyi, menari, dan bergoyang. Goyangan dan tarian mereka sungguh-sungguh dari hati!
Itu kesimpulan saya setelah Sabtu (22/03/2008) lalu, saya hadir di acara South Asian Night di International Club Wageningen. Sejumlah mahasiswa dari India, Nepal, Pakistan, dan Bangladesh unjuk gigi. Mereka menampilkan profil negara, menari, menyanyi dan bergoyang hingga pagi.

Masboi dan dua gadis Taiwanese
Kebetulan saya, Masboi, berkesempatan menjadi salah seorang performer. Bukan ding! Sekedar tukang pukul djembe, mengiringi sang artis, Utarra dan Urmilla, dua kembar dari India, yang menyanyikan sebuah lagu ‘Aona’.
Juga ada kawan Masboi bernama Joebel. Ia adalah Phinoy (mahasiswa asal Philipines) yang saya babtis dengan nama Indonesia: ‘Julianto’. Hebatnya, meskti tangannya buntung tak punya jari tangan, tapi ia bisa bermain gitar dengan apik.
Jadilah malam itu, Masboi bergoyang dan ajeb-ajeb sampai pukul 03.00, diiringi musik ala India, Nepal, Pakistan, dan Bangladesh. Ayo goyang nehi-nehi!
Aksi Masboi, saat bermain sebagai tukang pukul djembe
Mereka terlahir untuk bergoyang

acha… acha.. tarik maang
MuMu | Mar 28, 2008 | Reply
keren euy, tambah foto cewek2nya masboi
rd Limosin | Mar 31, 2008 | Reply
gara2 kerjaan, saya jadi tahu film india. ternyata, ceritanya banyak yg bawa pesan mendalam dan kritis. nggak sekadar menjual goyang dan mimpi, apalagi memanipulasi kehidupan orang kecil. nggak heran bisa ada bollywood
mpokb | Apr 2, 2008 | Reply
wah..
seru pasti yah mas bisa gabung di komunitas transnasional..
kenalin dunk..hehehehe
salam,
tehaha | Apr 3, 2008 | Reply
masboi, saya nggak bisa berhenti tersenyum baca postingan ini. jadi ingat saat nonton film di sebuah kota kecil di india utara. sementara penonton lainnya bergoyang rancak, mereka mengira saya sok jaim karena nggak ngapa-ngapain, paling tidak goyang kepala …. lha saya nggak ngerti mesti ngapain selain susah payah mengerti bahasa hindi
ukirsari | Apr 9, 2008 | Reply