Jauh-jauh ke Belanda, Jadi Tukang Pukul

Profesi (tetap atau sambilan) sebagai tukang pukul (kendang, ketipung, djembe) sama sekali tidak pernah terbayang oleh Masboi. Seumur-umur Masboi tidak pernah memegang yang namanya kendang, ketipung, apalagi djembe (alat musik perkusi asal Afrika) itu. Memang sih, sedikit-sedikit bisa genjrang-genjreng main gitar, tapi belum pernah terpakai untuk main di panggung dan disaksikan penonton.

Karena itu, ketika Joebel “Yulianto” Gurang, kawan Masboi asal Philipine menawari Masboi untuk bermain djembe, Masboi sempat ragu. “Apaan tuh djembe? Apa saya bisa?” Namun, Masboi langsung mencoba memukul-mukul alat musik yang bentuknya seperti kendang, tapi bawahnya bolong. “Tang.. Tung… Dang…. Dung…” Kira-kira seperti itulah bunyinya. Sejak itulah, Masboi mulai ambil mata kuliah 6 ECTS dengan nama “Djembe Course’ disela-sela ngobrol, ngebir dan nge-wine, mengiringi si Joebel “Yulianto”, si buntung, yang memainkan gitar.

Sampai akhirnya, Masboi pun diajak untuk pentas di acara Cultureel Cafe di Junushoff Theater (gedung kesenian Desa Wageningen) hari Rabu, 2 April 2008 lalu, dan disaksikan oleh meneer-meneer Belanda. Lengkap sudah! Malam itu, Masboi pada Djembe, Joebel pada Gitar, Zeffri pada Keyboard, dan Laurence pada Icik-icik, penonton pada lari membawakan 5 buah lagu: tiga buah lagu Pilipine dan dua buah lagu barat.

Memang sih, kami tidak dibayar. Tapi senang juga, karena setelah pertunjukan, tepuk tangan membahana, dan kami masing-masing diberi setangkai bunga tulip segar. “Wah, gini tho rasanya menjadi artis,“ batin Masboi.

Ini salah satu lagu dari lima lagu yang dimainkan Masboi cs:

8 Comment(s)

  1. masboi, masih mending jauh-jauh ke belanda jadi tukang pukul. daripada aku, dekat-dekat ke indonesia malah kena pukul… :D

    baswei, pertujukkan yang asik, mas! jadi teringet sama grup band arwana. oh ya, saran aku kalo mo meningkatkan skill cari aja galon aqua untuk latihan.. hehe…

    terimo kasih sarannya. sayangnya di sini nggak ada galon aqua. terpaksa, meja belajar jadi korban!

    TIM's | Apr 11, 2008 | Reply

  2. wuih…. Bakat Alam… tuh..!!! Ntar slametan Wong Kito, dimohonkan untuk memepertunjuken keahlian sodara…. Tak tunggu koe..

    tunggu satu setengah tahun lagi yah? saya akan bawa gelar master of djembe dari belanda.

    wahyu | Apr 11, 2008 | Reply

  3. ehhmm… ngamen disano keren kabarnyo….
    masih pake seni walaupun pengamen..
    dr lagu,aransemen,lirik dan gaya orangnya…

    beda banget ma indonesia….betul dak mas?

    betul! pengamen disini profesional. duduk di pinggir jalan, ada kotak untuk tempat uang. main musik tanpa henti, terserah orang mau ngasih apa nggak. kalo di indonesia, kebanyakan pengamen adalah bentuk lain dari ‘mengemis’.

    jafis | Apr 11, 2008 | Reply

  4. pala gua yang jd korban

    Frans | Apr 12, 2008 | Reply

  5. cak mano yeh supayo pandangan wong indonesia menilai para pengamen itu sebenarnyo idak bermaksud cak pengemis (peminta-minta)? justru harus dihargai betul apresiasi seni dari para pengamen itu. perlu dididik lebih profesional lagi kah para pengamen di indonesia seperti di belanda itu?

    eriek | Apr 13, 2008 | Reply

  6. jauh-jauh, cuma jadi tukang pukul :shock:

    tapi kok lagu filipina? mana lagu indonesanya?

    itikkecil | Apr 14, 2008 | Reply

  7. keren..keren..
    dah pantes kok jadi pemaen perkusi..

    aaqq | Apr 14, 2008 | Reply

  8. Aq pengen banget s2 ke Belanda tapi terkendala bhs inggris ku iki lho mas piye toh mas koq iso bgmn crnya improve to your english hingga bisa go to Belanda Congratulations

    Aq dewe | Jul 23, 2008 | Reply

Post a Comment