Saman dan Poco-Poco Goyang Belmondo

Gerak kompak penari Saman dan langkah lincah penari Poco-poco dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wageningen mendapat sambutan meriah para penonton Belmondo Festival yang diselenggarakan oleh Rotary Club hari Minggu (1/6/2008).

Nuansa keakraban, kehangatan, dari berbagai kebudayaan memancar dari tengah-tengah Arboretum Belmonte, taman kota yang siang itu disinari matahari yang cerah dan meriah oleh sajian aneka aneka makanan dan pertunjukan.

Gerak rancak penari Saman

Siang itu PPI Wageningen menampilkan tarian dan lagu-lagu daerah di ajang Dimulai pukul 13.00, kelompok penari Poco-Poco menjadi pengisi acara pembuka di panggung terbuka (platform stage). Sejumlah penari yang mengenakan pakaian tradisional menunjukkan kelincahan dan kekompakan mereka, diiringi lagu Poco-Poco yang dinyanyikan oleh Yopie Latul.

Giliran berikutnya, para penari mengundang para pengunjung untuk bersam-sama menari dan mempraktekkan gerakan Poco-Poco. Beberapa pengunjung yang bergabung bisa mengikuti, namun ada beberapa yang kesulitan sehingga terjadi tabrakan-tabrakan kecil karena salah gerakan. Setelah tari Poco-poco, vocal grup PPI Wageningen menampilkan suara dengan menyanyikan lagu dangdut Hujan di Malam Minggu dan lagu tradisional dari Batak, Alusiau.

Artis Wageningen sedang ber-Aulusiau…..

Sore harinya, pukul 18.00 PPI Wageningen mendapat giliran tampil di panggung utama. Di panggung ini, PPI Wageningen menampilkan tarian Saman yang berasal dari Aceh. Tarian ini tidak menggunakan alat musik pengiring. Penari duduk bersaf sambil bernyanyi dengan posisi duduk berlutut dan.

Keseragaman formasi dan ketepatan waktu dan kekompakan terlihat dalam tarian ini. Konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius dijalani sekitar tiga bulan dengan koordinator Tia Murtiningsih. Para penari sebagian besar baru mengenal Tri Saman di Wageningen.

Setelah atraksi Tari Saman, vocal grup PPI Wageningen kembali unjuk suara dengan menyanyi lima lagu daerah, yaitu Anging Mamiri, Manuk Dadali, Bubuy Bulan, Jali-Jali dan Kampung nan Jauh di Mato.

Selain menampilkan musik dan tari, PPI Wageningen juga membuka stand informasi tentang pariwisata Indonesia, memamerkan berbagai kerajinan khas Indonesia, dan jualan makanan khas Indonesia, antara lain sate, wajik ketan, es cendol, bakwan, lemper, dan lain-lain.

Stand PPI Wageningen: mana satenya?

Wakil Ketua PPI Wageningen Yohanes Widodo alias Masboi mengungkapkan lewat Belmondo Festival ini PPI Wagenin gen ingin mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya masyarakat Belanda. “Kami menyajikan brosur pariwisata Indonesia. Secara tidak langsung, kami juga ingin menyukseskan Visit Indonesia 2008,” ujar Yohanes. “Lewat even ini juga makin mengenal dan merasakan kekayaan budaya Indonesia. Ada teman yang dari Flores dan Papua, tetapi mreka bisa menyanyikan lagu daerah Sunda atau Batak secara fasih,” tambah Yohanes.

Belmondo Festival

Belmondo Festival digelar setiap sejak 2005. Belmondo Festival memberikan kesempatan kepada individu dan kelompok baik dari lokal maupun internasional untuk menampilkan keterampilan kreatif mereka dan juga karakteristik budaya di Negara mereka masing-masing. Tema festival kali ini adalah “Discover the Feeling of Wageningen”.

Belmondo Festival adalah kegiatan kebudayaan selain Global Village Day yang merupakan lomba pentas budaya untuk para mahasiswa internasional di Wageningen University. Karena tahun ini ada Global Village Day maka kelompok mahasiswa internasional seperti India, Philipina, Taiwan, Nepal, dan Indonesia turut ambil bagian dalam Belmondo Festival.

Mereka menyediakan tiga panggung atau podium di Arboretum Belmonte, sebuah taman atau kebun botani milik Wageningen University. Di situ para pengunjung bisa menyaksikan aneka atraksi dan kesenian, serta sejumlah makanan khas yang disediakan dan dijual oleh mahasiswa International.

Selain menyajikan pentas kesenian panitia juga menggelar lelang benda seni. Hasil lelang pejualan minuman dan makanan kecil oleh anggota Rotary club Wageningen bergpoort akan disumbangkan untuk renovasi kompleks kebun binatang mini dekat Duivendaal di Wageningen. Sementara hasil penjualan makanan dan minuman dari mahasiswa internasional untuk mereka sendiri.

Pada pembukaan acara Walikota Wageningen Geert van Rumund berharap bahwa Belmondo Festival pada tahun 2013, akan menjadi acara yang besar, bertepatan dengan peringatan 750-tahun kota Wageningen.

Bonus:

1 Comment(s)

  1. selamat ya acaranya sukses!!! kpn lg nih ada acara?

    retno | Jun 9, 2008 | Reply

Post a Comment