Berlimpah Barakah di Wageningen

Sabtu, 27/09/2008 18:51 WIB
Geliat Ramadan
Berlimpah Barakah di Wageningen

Eddi SantosadetikRamadan
Wageningen – Selain ampunan, Ramadan juga penuh barakah. Para mahasiswa di rantau langsung merasakan barakah itu. Makanan berlimpah. Dari bakwan sampai nasi biryani Pakistan.

Aneka jenis makanan mulai dari asin, manis pedas, tampak sedap terhidang di tengah ruangan International Club, Marijkeweg 31, Wageningen, Belanda. Malam itu, Jumat (19/9/2008), untuk kali pertama Wageningen Moslem Student Association (WMSA) menggelar buka puasa bersama.

Bakwan, klepon, lumpia, dan aneka jajanan khas Indonesia tersaji dengan cantik menggoda selera. Pernik kelezatan itu bersandingan bersama nasi briyani Pakistan yang kaya rempah dan aneka jenis makanan dari berbagai negara.

Menurut penuturan Ketua PPI Wageningen Yohanes ‘Masboi’Widodo kepada detikcom, acara buka puasa bersama tersebut merupakan salah satu rangkaian program Week of Cultural Diversity yang diselenggarakan oleh International Student Organization (ISO) pada rentang 15-21/9/2008 dan PPI Wageningen ikut berpartisipasi penuh.

“Sebagai bentuk apresiasi, malam itu International Club tidak menyediakan minuman beralkohol kepada pengunjung,” papar Masboi, yang baru saja terpilih sebagai Sekjen PPI Belanda.

PPI Wageningen dikomandani M. Djaeni, menyajikan aneka makanan khas Indonesia, antara lain nasi kuning lengkap dengan opor ayam dan berbagai penganan khas. Para anggota dari angkatan 2006, 2007 dan 2008 ikut memeriahkan buka puasa internasional tersebut.

Pengaturan tempat duduk yang memisahkan laki dan perempuan tak mengurangi keakraban. Peserta yang tidak berpuasa dan non-muslim tampak menikmati suasana berbuka bersama, yang diawali dengan ta’jil (makanan pembuka) seperti kurma dan makanan lembut lainnya. Selanjutnya mereka menantikan waktu makan malam seusai salat maghrib.

Etske Bijl, mahasiswa Belanda yang datang bersama suaminya, nampak surprised saat mencoba klepon. “Wow, it is very nice!” seru Bijl, melahap citarasa klepon yang gurih nendang dengan ledakan manis dari dalam. Jenis makanan lain dari beragam negara juga terlihat tak selalu cocok bagi semua lidah. Sebaliknya bagi peserta dari Indonesia, nasi briyani dari Pakistan menjadi favorit.

Tak kurang dari 150 orang hadir mengikuti acara buka puasa sekaligus perkenalan WSMA kepada sivitas akademika Wageningen University and Research Center (WUR) itu.

Acara dibuka dengan perkenalan WSMA oleh ketua WSMA Hassan Sawalha (S3 Process Engineering). Dalam pidato singkatnya, Hassan memberikan pengenalan tentang kegiatan muslim di bulan ramadhan dan kemuliaan bulan ramadhan. Di bulan itu juga Al-Quran diturunkan ke bumi.

Sebelumnya, WSMA juga berpartisipasi dalam pameran budaya pada Selasa (16/9/2008). Rangkaian program ini diakhiri dengan pemutaran film The Message pada Minggu (21/9/2008). Dengan The Message diharapkan bisa dikenalkan Islam lebih jauh di Wageningen.(es/es)

2 Comment(s)

  1. wuihhhhh..emng seru klo beribadah di negeri orang lain…jd makin akrab..

    Fickry | Sep 28, 2008 | Reply

  2. Ngebaca berita ini jadi terasa hanyut kayak ikut hadir di sono plus ngiler hehehehe…. Bravo, PPI!

    Anang | Sep 28, 2008 | Reply

Post a Comment