PPI Perlu Peduli Dinamika Hubungan RI-Belanda

Kamis, 18/09/2008 16:36 WIB

Laporan dari Den Haag
PPI Perlu Peduli Dinamika Hubungan RI-Belanda

Eddi SantosadetikNews

Den Haag – Jika para mahasiswa Indonesia di Belanda hanya adem ayem saja itu patut dipertanyakan.

Hal itu disampaikan Staf KBRI Den Haag Yudi Fitriandi mewakili Dubes dalam Sidang Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dengan agenda utama pertanggungjawaban sekjen lama dan pemilihan sekjen baru.

Terpilih sebagai Sekjen baru untuk periode 2008-2009 adalah Yohanes ‘Masboi’ Widodo anggota presidium dari PPI Wageningen, 220km p.p (pergi pulang) dari Den Haag.

“Sudah sepantasnya PPI Belanda menunjukkan inisiatif dan keterlibatan dalam dinamika keindonesiaan di Belanda, karena melihat faktor sejarah di mana PPI untuk pertama kali lahir di Belanda,” kata Yudi.

Menurut Yudi, keberadaan PPI Belanda menjadi penting dalam konteks kedekatan hubungan Indonesia dan Belanda sejak 2005, diperkuat dengan kehadiran Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dalam resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-63 di Kediaman Dubes RI, 4/9/2008 lalu.

Terkait peristiwa itu PPI Belanda dinilai adem ayem dan kurang menunjukkan peranannya sebagai wadah intelektual kaum pelajar.

“Itu merupakan momen penting dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia-Belanda. PPI Belanda semestinya perlu menyikapi peristiwa itu, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia di Belanda untuk masa yang akan datang,” tandas Yudi.

Pada kesempatan itu Yudi juga menyinggung beberapa agenda kegiatan terkait dengan PPI Belanda, yaitu konferensi pelajar Indonesia di luarnegeri pada Oktober 2008 mendatang, serta momen pemilu 2009 yang patut menjadi perhatian PPI Belanda.(es/es)

2 Comment(s)

  1. semoga PPI tetap eksis dan maju !!!

    maskoko | Sep 19, 2008 | Reply

  2. walah… bagaimana bisa bangun semangat kebangsaan kalau orang2 di indonesia lebih suka bergaya ke-arab2-an ketimbang Indonesia. Budaya arab memang bagus tapi budaya Indonesia juga bagus kog. Berpenampilan bagai orang arab lebih keren di Indonesia.

    Sejak bayi orang Indonesia sudah di suntik dengan budaya arab… alhasil tumpeng2-an jarang terlihat, walau keluarga keraton di jogja mencoba untuk memupuk budaya jawa tapi nampaknya deras arus budaya arab lebih kuat dan lebih dominan.

    semoga Indonesia masih akan tetap exist selamanya… semoga kegiatan PPI di belanda bisa membuahkan hasil

    cabeRawit | Sep 28, 2008 | Reply

Post a Comment