PPI Belanda Serukan Aksi Boikot dan Cegat DPR di Bandara

Selasa, 07/10/2008 07:39 WIB
PPI Belanda Serukan Aksi Boikot dan Cegat DPR di Bandara
Eddi SantosadetikNews

Den Haag – PPI Belanda menyerukan boikot plesiran anggota DPR RI ke luar negeri. Bila masih tebal muka, diserukan agar PPI negara tujuan beraksi dan mahasiswa di Jakarta mencegat mereka di Bandara Soekarno-Hatta.

Demikian pernyataan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda yang dikirim Ketua Presidium Yohanes Widodo kepada detikcom Selasa (7/10/2008) pagi.

Dalam pernyataan sikap berisi lima butir dan diteken di Den Haag (4/10/2008) itu PPI Belanda menyatakan memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.

Penolakan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan hutang Indonesia yang masih banyak, sehingga seharusnya keuangan negara digunakan secara hemat, tepat guna dan berdaya guna.

Kedua, jika sekedar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Selain itu jika tujuannya untuk belajar, maka bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.

Ketiga, PPI Belanda menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di Bandara.

Keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.

Kelima, kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan.

Disebutkan bahwa pernyataan sikap tersebut dikeluarkan PPI Belanda setelah mencermati dan memperhatikan pemberitaan detikcom edisi Kamis (25/09/2008) dan Jumat (26/09/2008) tentang rencana plesiran anggota DPR ke Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, Jakarta.(es/es

Kantor Berita ANTARA

D0071008001418  07-OCT-08  IBU  UJP

PPI BELANDA BOIKOT KUNJUNGAN DPR KE EROPA

Den Haag, 7/10 (ANTARA) – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap sejumlah anggota DPR-RI yang akan melakukan kunjungan ke Eropa dalam rangka studi banding.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium PPI Belanda, Yohanes Widodo di Den Haag, Selasa kepada Koresponden ANTARA di Belanda, kunjungan para anggota dewan ke negara-negara Eropa, dinilai  tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan hutang Indonesia yang masih banyak.

Lebih lanjut dikatakannya, kunjungan sejumlah legislator Indonesia itu ke Eropa pada 9 hingga 13 Oktober mendatang, dinilai hanya merupakan ‘aji mumpung’ agar ke-12 anggota dewan ini, dapat melakukan plesiran ke luar negeri dengan alasan kamuflase studi banding.

“Jika sekedar studi banding dan pengumpulan data, tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, dengan cara melakukan koordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) setempat,” jelas Widodo.

Rencananya, ke-12 anggota DPR-RI ini, akan melakukan kunjungan kerja ke Frankfurt, Berlin dan Milan dalam rangka studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai peran dan kewenangan Bank Sentral.
Sejumlah mahasiswa di Belanda, juga menyerukan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan anggota DPR-RI tersebut.

Widodo juga memberikan alternatif lain kepada anggota dewan yang akan melakukan studi banding ke negara-negara Eropa dengan cara mengundang pejabat Sentral Jerman ke Indonesia . “Kami juga menyerukan kepada mahasiswa di Jakarta , untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR tersebut,” tegasnya.

“Kegiatan plesiran para wakil rakyat ini, menunjukkan bahwa mereka sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku yang memalukan,” ujar Widodo. ***3***
(B/Z003) 07-10-2008 11:31:43

Kompas.com

Mahasiswa RI di Belanda Tolak Kunjungan Anggota DPR

/Selasa, 7 Oktober 2008 | 09:19 WIB
Laporan Wartawan Tribun Batam Yon Daryono

DEN HAAG, SELASA – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengeluarkan sikap keperihatinan terkait rencana 12 anggota DPR yang akan melawat ke Eropa tanggal 9 hingga 13 Oktober. Pernyataan itu dikeluarkan Anggota Presidium PPI Belanda Yohanes Widodo kepada Persda Network, Selasa (8/10) di Den Haag, Belanda.

Yohanes mengatakan, sebanyak 12 orang anggota DPR akan ke  Eropa dengan rute Jakarta, Frankfurt, Berlin, Milan, dan kembali ke Jakarta. Untuk itu PPI Belanda khawatir lawatan tersebut hanya untuk membalut agenda jalan-jalan dengan alasan studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai Peran dan Kewenangan Bank Sentral.

PPI Belanda mendapat informasi bahwa perjalanan yang dibiayai dengan uang rakyat itu hanya resmi bekerja 1 jam untuk bertemu mitra di Bank Sentral Jerman. Sisanya merupakan agenda city tour dan sightseeing.

Berdasarkan informasi tersebut, maka PPI Belanda menyatakan sikap. Pertama, memboikot dan menolak kunjungan anggota DPR RI yang melakukan aji mumpung dengan plesiran ke luar negeri dengan kamuflase studi banding.

Kedua, penolakan ini didasarkan pada pertimbangan DPR tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan utang Indonesia yang masih banyak. Jika sekadar studi banding dan pengumpulan data, maka tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan oleh para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, dengan berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Atau jika tujuannya untuk belajar bisa dilakukan dengan cara mengundang pejabat Bank Sentral Jerman ke Indonesia.

Ketiga, menyerukan para mahasiswa di Jakarta untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR di bandara. Dan keempat, menyerukan para mahasiswa di Jerman untuk memboikot dan menolak kedatangan rombongan anggota DPR tersebut.

“Kegiatan plesiran anggota DPR yang dibungkus sebagai studi banding, menunjukkan bahwa anggota DPR sangat kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku memalukan,” ujar Yohanes mewakili Presidium PPI Belanda.

WASPADA ONLINE

Boikot anggota DPR ke Eropa!

Tuesday, 07 October 2008 12:00 WIB

DEN HAAG – Sejumlah anggota DPR-RI yang akan melakukan kunjungan ke Eropa dalam rangka studi banding dalam waktu dekat ini mendapat tanggapan keras oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda, menyerukan pemboikotan atas keberangkatan para legislator tersebut.

Tadi pagi di Den Haag, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Presidium PPI Belanda, Yohanes Widodo mengatakaan, kungjungan para anggota dewan ke negara-negara Eropa dinilai tidak memiliki sense of crisis di tengah kemiskinan dan hutang Indonesia yang masih banyak.

Kata Yohanes, kunjungan yang direncanakan pada 9-13 Oktober mendatang, hanya merupakan ‘aji mumpung’ agar ke-12 anggota dewan ini dapat melakukan ‘plesiran’ ke luar negeri dengan alasan kamuflase studi banding.

“Tugas itu bisa dilakukan dan diwakilkan kepada para mahasiswa Indonesia yang berada di negara yang akan dikunjungi, jika sekadar studi banding dan pengumpulan data.  Itu bisa dilakukan dengan cara koordinasi dengan PPI setempat,” nilainya.

12 anggota DPR itu rencananya akan melakukan kunjungan kerja ke Frankfurt, Berlin dan Milan dalam rangka studi banding ke Bank Sentral Jerman mengenai peran dan kewenangan Bank Sentral. Seruan senada juga disuarakan sejumlah mahasiswa Indonesia di Jerman, untuk memboikot dan menolak kedatangan anggota DPR tersebut.

Sebagai alternatif, Yohanes menyarankan kepada anggota dewan itu dengan cara mengundang pejabat Sentral Jerman ke Indonesia. “Kami juga menyerukan kepada mahasiswa di Jakarta, untuk menahan keberangkatan rombongan anggota DPR tersebut.”

“Kegiatan plesiran para wakil rakyat ini, menunjukkan bahwa mereka sangat bebal dan kebal terhadap kritik dan lagi-lagi menunjukkan perilaku yang memalukan,” Yohanes menegaskan.

1 Comment(s)

  1. bravo ppi belanda !!!
    terimakasih untuk telah waspada dan mengingatkan.
    sekali lagi membuktikan, bahwa ppi-nl tidak takut berpolitik seperti yang dianjurkan dinegara-negara lain.

    esen | Oct 8, 2008 | Reply

Post a Comment