Lelaki Ketinggalan Pesawat

Tahun 1989, Teguh Karya melahirkan film berjudul ‘Pacar Ketinggalan Kereta’ yang berhasil menggondol Piala Citra, yang dibintangi Nurul Arifin, Onky Alexander, dan Tuti Indra Malaon. Giliran berikutnya, Minggu (9/11/2008) lalu menyusul sebuah kisah nyata berjudul ‘Lelaki Ketinggalan Pesawat’. Kisah akan disampaikan secara bersambung.

Sejak Mei 2008, lelaki itu telah merencanakan dan memesan tiket pulang ke Indonesia naik pesawat Kuwait Airways dari Bandara Frankfurt, Jerman untuk melakukan penelitian tesisnya di Indonesia. Namun, memang dua hari sebelum pulang, lelaki itu menemui masalah dan mengalami sesuatu yang membuat rencana dan niat hatinya sedikit terganggu.

Rencananya, hari Jumat (7/11/2008) lelaki itu akan membeli tiket jurusan Ede Wageningen-Emmerich (perbatasan Belanda-Jerman). Masalah itu telah membuat lelaki itu batal untuk membeli tiket dan meminta jalur serta waktu tempuh perjalanan Ede Wageningen-Frankfurt.

Dia cuma mengingat kata-kata seorang sahabat yang mengatakan waktu tempuh perjalanan Ede Wageningen-Frankfurt sekitar dua-tiga jam. Itu yang dia ingat. Karena itu, dia merencanakan, jam 10.00 harus berangkat, karena pesawat akan terbang pukul 14.30.

Pukul 09.30 lelaki itu sudah siap-siap untuk berangkat. Tiba-tiba sebuah sms masuk dari seseorang di Denhaag, kawan dari seorang sahabat di Wageningen. Si kawan dari Denhaag ini ingin menitip sebuah amplop. Lelaki itu membalas. Wah, bagaimana ini? Kok titipannya belum sampai ke tangan saya. Saya sebentar lagi berangkat.

Kemudian lelaki itu menunggu jawaban lewat sms. Si teman Denhaag ini bilang, amplop itu dititipkan kepada seseorang kawan di Wageningen. Akhirnya lelaki itu menuju ke kamar seseorang yang dititipi amplop itu. Kawan yang dititipi itu baru tahu, kalau pagi itu lelaki itu harus berangkat. Setelah amplop di tangan, baru lelaki itu langsung meluncur ke halte. Ketika keluar, sempat berjumpa sahabat yang tinggal di Utrecht.

Pukul 10-an, ditemani oleh seorang sahabat, lelaki itu keluar dari gedung Bornsesteeg menuju halte. Hari Minggu memang bis memang jarang, 30 menit sekali bis baru muncul. Setelah menit ke 30, kok belum muncul juga? Wah, gawat ini! Benar saja. Setelah menunggu satu jam lebih, tepatnya pukul 10.52, bis baru muncul. Sampai jam Ede Wageningen, langsung beli tiket jurusan Ede-Emmerich, perbatasan Belanda. Pukul 11.21, kereta baru bergerak. Setelah di atas ke kereta, lelaki itu kaget! Ha! Kereta tiba di Bandara Frankfurt jam 14.15, sementara pesawat akan terang pukul 14.30? Mati! Mana pulsa handphone tinggal 0,75 cent.

Tiba di stasiun Arnhem lelaki itu harus berganti kereta ICE jurusan Frankfurt, sementara waktu yang ada hanya lima menit. Lelaki itu harus naik dan turun tangga sambil menyeret koper 33 kilo gram. Ketika peluit dibunyikan, lelaki itu tinggal beberapa langkah masuk pintu kereta. Pintu sudah bergerak. Lelaki itu berusaha menahan dan memasukkan kopernya. Ia berhasil masuk. Nafasnya tersengal, karena ia harus setengah berlari dan menggotong kopernya naik turun tangga.

Jantungnya berdegup. Matanya sedikit berkunang. Setelah berhasil duduk, ia mengatur pernafasan. Setelah agak tenang, ia meminum teh manis yang dibawanya di tempat minum bertuliskan Ajax Amsterdam.

Si ICE melaju perlahan. Kemudian sekali lagi ia mengecek kopelan panduan waktu dan kereta yang dimintanya saat membeli tiket di stasiun Ede Wageningen. Di situ tertulis: Arrival 14.15. Tapi benarkah? Lelaki itu belum yakin. Maka, ketika petugas memeriksa karcisnya, ia menanyakan jam berapa kereta akan tiba di Stasiun Bandara Frankfurt. Dari handphonenya, si petugas mengecek. ’It is about 14.40 because we are little bit late.’ ’Oh, my God! So I have problem with my flight. The plane will be take off on 14.30,’ kata lelaki itu. ’Ya. So, what can I do?’ You asked me to made this train faster?’. ‘No, I just asked you to make me sure,’ kata lelaki itu.

Lelaki itu tahu, bahwa dia akan terlambat mengejar pesawat. Ya, kondisi terburuk sudah dibayangkan. Tapi dia masih berharap, mudah-mudahan dia bisa mengejar pesawat itu. Jalan satu-satunya, dia mengirim sms ke sahabat yang tadi mengantarnya ke stasiun. “Bung tolong kirimkan atau isikan pulsaku. Aku sudah tidak pulsa. Sepertinya aku pasti terlambat, karena kereta baru masuk ke Stasiun Bandara Frankfurt pukul 14.15. Kartuku Telfort.” Send!

Lalu jawaban masuk. ”Ok, bro. Tapi semua toko hari ini tutup. Aku tanya anak-anak, tidak ada yang pernah beli pulsa online.” Wah, jalan semakin buntu. Lagi-lagi, lelaki itu mencoba untuk tenang dan pasrah.

Setelah menunggu lama, akhirnya ada sms masuk berisi kode pin. Segera dia catat, lalu mencoba mengisi pulsa dengan menghubungi 1244. Mungkin karena sedikit panik, dia lupa, apakah mesti memencet angka 1, 2, atau 3? Semua dicobanya, tidak berhasil. Dia menanyakan ke seorang penumpang di belakangnya untuk mendengarkan panduan ibu yang ngoceh ketika dipencet 1244.

Si mbak mencoba membantu dan dia bilang tidak bisa. Akhirnya lelaki itu memberanikan diri untuk meminjam handphone milik mbak bule Belanda itu untuk menghubungi nomor travel agent tempat pemesanan tiket. Panggilan masuk, namun tidak ada yang mengangkat. Pasti kantor kosong, karena hari Minggu. Lagi-lagi buntu!

Pukul 14.15 kereta tiba di bandara Frankfurt. Lelaki itu langsung ke luar dan setengah berlari. Alamak, harus naik tangga berjalan dua kali. Alangkah besar bandara ini. Dimana loket check in Kuwait Airways? Setelah mencari-cari akhirnya loket itu ditemukan, namun tidak ada seorang pun. Semua kursi kosong! Lelaki itu duduk lemas. Ia sekarang yakin, dia ketinggalan pesawat. Pesawat itu telah meninggalkannya. (Bersambung)

22 Comment(s)

  1. Siapakah lelaki itu ?

    Mas Koko | Nov 10, 2008 | Reply

  2. hallo wong kito, kalo ALS ketinggalan gak ada urusan…kalau Kuwait Airways ya…puwait buanget…harus nombok Euro lagi. susah memang.dari kampung wageningen, ke frankfurt…mungkin harga tiketnya udah sama kali ya…dibanding Amsterdam-Jakarta.penginapan dua hari.Teh hangat lima gelas.kentang goreng 5 kali makan.sempurna memang.kayaknya PPI Wageningen harus didoakan nih…anggotanya sial melulu.

    L | Nov 10, 2008 | Reply

  3. wadaw, complicated kayak gitu, mas? :D

    yang sabar yo, nduk :D

    xvader | Nov 11, 2008 | Reply

  4. Masboi said:
    “Lelaki itu duduk lemas. Ia sekarang yakin, dia ketinggalan pesawat. Pesawat itu telah meninggalkannya.”

    saya jadi teringat pernah ketinggalan kereta api saat hendak pulang dari lampung ke palembang. malangnya nasibku ketika itu :(

    *curhat mode “on”

    Anonymous | Nov 11, 2008 | Reply

  5. Besok, hari Rabu (12/11/08), kalo perlu dari subuh dah ‘ngetem’ di airport aja mas..biar gak ditinggalin pesawat lagi, itung-itung mbantuin mas-mas polisi mbangunin orang-orang yang mengalami nasib serupa dengan sang lelaki itu, he.he.he.

    nonie | Nov 11, 2008 | Reply

  6. wehehehe….lupa nulis nama dan blog-nya. itu yang nulis di atas (anonymous) adalah saya.
    buru-buru.

    Eriek | Nov 11, 2008 | Reply

  7. waw, pelajaran berharga dari seorang lelaki kurang beruntung: isi pulsa sebelum pergi..
    hehe, turut prihatin ya mas.

    mela | Nov 11, 2008 | Reply

  8. memang kita tidak boleh menyepelekan hal-hal yg kecil. menunggu kisah selanjutnya

    Ranny | Nov 11, 2008 | Reply

  9. woalah koq bisa,,,

    ivn | Nov 11, 2008 | Reply

  10. Yang sudah biarlah sudah mas… semoga jadi pelajaran berharga..

    Tiket mahal euy.. :D

    Nike | Nov 11, 2008 | Reply

  11. alamaak … di bandara cengkareng aja nih, kl mau ke luar negri, harus udah check-in 2 jam sebelumnya. DUA JAM SEBELUMNYA, masboi ! jadi kita udah harus nyampe di bandara 3 jam sebelumnya. Buat ngisi2 formulir, bayar ini itu, cek paspor dll … :) Next time, lebih baek jauh kecepetan ketimbang terlambat kl urusan take-off begini …

    iYus | Nov 11, 2008 | Reply

  12. wah pengalaman yang sama, cuman beda dikit. Kalo aku dah nyampe boarding room, ketiduran dan ahirnya ketinggalan pesawat. TKP di Bandara Juanda Suroboyo Juli 2006. Hahahahahaha, abis itu ngamuk-ngamuk sama petugasnya kok ga ada yang bangunin aku. Cuma pada bengong dan bingung liat aku marah-marah…..bad experience…. huh ?

    Bayu | Nov 11, 2008 | Reply

  13. wah…kok jantung saya jadi berdegub-degub gini..

    Jasmin | Nov 11, 2008 | Reply

  14. wah wah..berarti sementara batal pulang ke tanah air ya mas? turut prihatini…

    elga | Nov 11, 2008 | Reply

  15. sabar ya mas

    suzannita | Nov 11, 2008 | Reply

  16. ya cacam…cacam!
    wekekekekek!

    trendy | Nov 11, 2008 | Reply

  17. waah, malangnya..
    setelah kejadian,
    semoga lancar-lancar saja dan sampe dengan selamat ke tanah air.

    mangoeni | Nov 11, 2008 | Reply

  18. di tunggu cerita sambungannya..
    sangat menarik untuk diikuti, semoga ketinggalannya tidak ganggu tesisnya ya..

    Trims.

    Agung Cahyadi | Nov 11, 2008 | Reply

  19. masih banyak pesawat lain menuju indonesia… ooh jadi begini toh ceritanya… eh masih bersambung yak…

    goiq | Nov 11, 2008 | Reply

  20. sudah mendarat di Indonesia kah?

    Arten | Nov 12, 2008 | Reply

  21. [Pecah Telok]
    Nama : Bambang Sriwijonarko, S.Ip
    Pekerjaan : TNI AD / Hubdam VII/Wrb
    TTL : Baturaja, 19-09-1980
    Dibesarkan di: Lubuk Linggau
    Alamat : Jl. Cendrawasih No.420 Makassar Sul-Sel
    YM id : bambang_sriwijonarko
    Blog : http://bambangsriwijonarko.wordpress.com

    Sudah lama saya ingin bergabung tapi sampai saat ini belum terlaksana, atas perhatiannya sy ucapkan Makasih
    By. Wong Kito yg ado diperantauan

    [Pecah Telok] Bambang | Nov 18, 2008 | Reply

  22. alle beggin is muller, bung…

    pujangga78 | Nov 28, 2008 | Reply

Post a Comment