Jusuf Kalla: Masak Disebut Wakil Gubernur, Tersinggung Saya

Jusuf Kalla saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Belanda, semalam

Senin, 9 Februari 2009 | 08:17 WIB

Laporan Yon Daryono dari Belanda

DEN HAAG, SENIN — Mulai panasnya suhu politik di Tanah Air ternyata disikapi Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan santai. Ia menegaskan siap dipanggil sebagai Presiden RI. Hal itu disampaikan Wapres saat menemui masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda di halaman Wisma Duta Wassenar, tadi malam.

“Sering orang tanpa sengaja menyebut saya Bapak Presiden, wah kalau itu tidak perlu saya koreksi. Pernah ada pidato gubernur menyebut saya sebagai bapak wakil gubernur, wah saya tersinggung itu,” canda Wapres.

“Namun, mudah-mudahan tahun ini dan tahun depan Presiden tidak diganti lagi,” ujarnya langsung disambut tawa hadirin yang hadir.

Orang nomor satu di Partai Golkar ini juga menilai adanya sensitivitas masyarakat Indonesia terhadap warna-warna. Meski tidak mengaitkan dengan identitas warna partai politik, Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyoroti masalah ini. Baginya warna kuning akan selalu ditunggu-tunggu. Ia manganalogikan padi yang menguning akan selalu ditunggu-tunggu.

“Kadang-kadang di Indonesia warna itu sensitif sekali. Namun, harus lengkap, harus harmoni. Padi menguning itu kan bagus, tapi harus ada langit biru yang bening. Kalau merah harus agak hati-hati kita. Kalau terbakar jadi merah, itu kan bahaya. Kita tidak lagi bicara politik, tapi bicara warna-warna,” ungkap JK sambil senyum-senyum.

Optimis pada pendidikan Indonesia

Jusuf Kalla selain berbicara dengan panjang lebar mengenai situasi di informasi, ia juga mengeluarkan joke bahwa pendidikan Indonesia saat ini paling baik di dunia.

“Bayangkan saja, Obama yang lulusan SDN saja di Indonesia bisa menjadi Presiden AS, bagaimana kalau lulusan UI,” ujarnya sesaat sebelum membuka sesi tanya jawab dengan warga Indonesia yang hadir di acara tersebut.

Wapres juga sempat menanggapai pertanyaan Sekjen Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda Yohanes Widodo mengenai penerapan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang dianggap tidak berpihak kepada golongan ekonomi lemah. JK justru menyoroti UU itu akan memberikan peluang kepada universitas untuk lebih terbuka dalam mengelola manajemen pendidikan.

Universitas bisa menjalin kerja sama-kerja sama dengan pihak asing dan mereka tetap memberi peluang kepada calon mahasiswa dari golongan tidak mampu untuk mengenyam pendidikan yang bagus.

Ekonomi turun 1 persen

Wapres juga menyayangkan mengapa sampai saat ini di Indonesia banyak orang mengkritik daripada memuji ekonomi RI. “Justru banyak orang asing yang memuji bangsa Indonesia. Mengkritik penting juga untuk
memperingatkan, tapi yang baik,” ujarnya.

Ia membandingkan trend ekonomi global yang tengah melemah, seperti di Vietnam, China, Jepang, dan India. Bahkan, di Amerika krisis memukul perekonomian negeri itu.

“Insya Allah pertumbuhan ekonomi kita hanya turun 1 persen. Dari 6 ke 5,” ujar JK.

Ia menegaskan, jika semua elemen bangsa bersama-sama dan bahu-membahu, niscaya Indonesia menjadi negara yang disegani bangsa lain.

Selesaikan masalah Garuda

Menanggapi pertanyaan mengenai kapan dicabutnya larangan terbang pesawat-pesawat Garuda Indonesia ke Belanda, JK memastikan dalam waktu dua hingga tiga bulan ini Pemerintah Indonesia akan menyelesaikan masalah tersebut.

“Jika dulu ada sekitar 60 hal yang menyebabkan Garuda dilarang terbang oleh Uni Eropa, saat ini tinggal 10 hal. Dan ini sedang diurus oleh Pemerintah Indonesia. Dalam dua hingga tiga bulan ini semoga selesai,” ujarnya. (yon daryono dari Den Haag)

http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/09/08172887/jkmasakdisebutwakilgubernurtersinggungsaya

1 Comment(s)

  1. Syukurlah kalo pak Jk ngomong begitu tentang ekonomi indonesia nanti.

    jangan sampai seperti krisis tahun 98 dulu…
    ampuun deh….

    trims.

    Agung Cahyadi | Feb 10, 2009 | Reply

Post a Comment