Pembawa Cinta Kasih

anjelieAnjelie sayang,

Hari ini hari Jumat Agung (02/04/2010). Kemarin malam, ayah sempat melihat tayangan Oprah di Metro TV, yang menceritan tentang Daniel, seorang ayah tentara yang berdinas di Irak. Daniel membuat jurnal untuk anaknya, Jordan yang berada di Amerika.

Terinspirasi oleh kisah tersebut, ayah berjanji untuk menuliskan surat ini untuk Anjelie. Minimal satu surat setiap bulan. Meskipun Anjelie masih kecil, ayah ingin bercerita tentang banyak hal: tentang apa yang ayah pikirkan, tentang kehidupan Anjelie, dan tentang kehidupan ayah. Ketika Anjelie sudah besar nanti, Anjelie bisa membaca surat-surat ayah ini.

Kemarin, Kamis, 1 April 2010, usiamu genap satu bulan. Satu bulan lalu, tepatnya hari Senin Pon, 1 Maret 2010 pukul 18.15 WIB, Anjelie lahir di Rumah Sakit Charitas Palembang. Kelahiranmu sepertinya tidak bisa ditunda dan tidak bisa menungg ayah tiba di Palembang. Engkau lahir pukul 18.15 WIB ketika ayah masih berada di pesawat dari Jogja menuju Palembang.

Senin pagi, sekitar pukul 09.00, Eyang puteri menelpon ayah. Eyang bilang, bunda sudah di rumah sakit dan sudah bukaan tiga. Secepatnya ayah pulang ke Palembang. Ayah langsung mencari tiket Jogja-Palembang, dapat penerbangan pukul 17.00 WIB dan sempat delay di Jakarta. Ayah baru tiba di rumah sakit pukul 22.00 sehingga tidak bisa menemani dan menyaksikan kelahiran Anjelie.

Selama seminggu ayah menemani Anjelie di rumah sakit dan di rumah. Ayah bahagia sekali saat menggendong Anjelie, bisa mencuci popok Anjelie. Setelah itu, ayah harus kembali ke Jogja, sementara Anjelie masih tinggal bersama Bunda, Eyang dan Buyut di Palembang. Ayah tidak bisa menyaksikan langsung pertumbuhan dan perkembangan Anjelie. Untungnya, bunda selalu mengirimkan foto-foto Anjelie dan menceritakan perkembangan dan kondisimu via telepon atau chating.

Oh, ya. Ayah lupa bercerita tentang nama Anjelie. Nama lengkap Anjelie adalah Nathanaela Rarkiara Anjelie Maitri.   (Semoga ketika mengisi formulir pendaftaran, kotak kolomnya cukup ya, hehehe). Nathaela adalah nama baptis pilihan bunda, dari Nathanael, artinya pemberian Tuhan. Rarkiara, pemberian eyang puteri, berasal dari Rarkiano, nama atau istilah pujangga atau punggawa pada jaman Majapahit. Anjelie Maitri adalah pilihan ayah, berasal dari Anjali Maitri, sebuah kata sapaan dalam bahasa Sansekerta, artinya Salam Cinta atau Salam kasih.

Ayah memanggilmu Anjelie. Ini mengingatkan ayah tentang kisah Anjali Sharma (dimainkan oleh Kajol), seorang gadis tomboy yang cantik, di film Kuch Kuch Hota Hai.

Sebelumnya ayah tidak suka menonton film India. Namun di film ini, ayah sangat tertarik, bahkan ayah menontonnya hingga tiga kali. Setiap kali melihat film ini, mata ayah berkaca-kaca, hehehe.

kajol

Dengan nama ini, Ayah berharap Anjelie bisa tumbuh cantik (seperti Kajol!) dan kuat seperti Anjali Sharma. Anjelie bisa menjadi pembawa cinta kasih kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja. Ketika engkau bisa membawa cinta kasih dan kedamaian, engkau akan menjadi gadis yang dicintai oleh banyak orang.

Minggu (28/03/2010) kemarin bunda tiba-tiba menelpon ayah. Bunda bilang, ia tidak kuat menyaksikan dan mendengarkan tangisan Anjelie saat ditindik. Hari berikutnya, bunda mengirimkan foto telingamu, lengkap dengan anting-anting mungil. Engkau kelihatan cantik dengan anting-antingmu, sayang! Seperti Kajol :p

Jumat Agung, 02/04/2010 pukul 02.27

Salam kasih ,

Masboi

1 Trackback(s)

  1. Jun 8, 2010: from Soviet

Post a Comment