sepi posting. siap merdeka.

tiga bulan lebih, blog ini sepi posting. ada apa gerangan? sibuk? ah, itu alasan basi. bilang saja malas.

ya. jujur saja. saya terjebak. terjebak apa? sebagai wong ndeso, mestinya saya tenang-tenang saja di kampung. tapi, nyatanya saya harus cawe-cawe ngurusi negara ppi belanda, dan didapuk sebagai opisboi radio ppi dunia. jadinya saya terjebak dengan keriuhan urusan-urusan itu. apalagi, makhluk bernama tesis itu tak henti-hentinya mengejar dan membuat diriku tak berkutik.

di luar itu, ada urusan dalam negeri, dengan kedatangan ibu negara ke belanda. maafkan saya, bu. saya tidak bisa menjadi bapak negara yang baik. tak bisa menemani ibu negara jalan-jalan keliling belanda.

jalan-jalan ke paris selama seminggu (6-13 juni 2009), cukup kan? ibu bilang, paris adalah dreamland. tapi, jalan denganku, kita malahan jadi turis buta: tanpa modal peta. hanya insting. akhirnya kita tersesat, tak tahu kemana dan dimana. cari-cari alamat hostel jalan kaki lebih dari satu jam, sambil menggendong ransel cukup berat (ingat lagunya mbah surip, tak gendong!). akhirnya, badan jadi remuk redam. tapi saya senang, melihat ibu jingkrak-jingkrak, joget-joget, tertawa ceria, ketika kita tiba-tiba melihat eiffel di depan mata.

sekarang saya sedikit bisa bernafas. tesis ‘internet for participatory democracy’ itu nyaris selesai. tadi pagi, saya submit final draft. senin ini ketemu supervisor.  saya tahu, pak supervisor masih bakal punya bahan untuk ngomel-ngomel. tentang structure. tentang logika yang gak nyambung. tentang bahasa inggris yang membingungkan. tapi biarlah. tugas dia memang ngomel-ngomel. kalau hasil kerjaanku mulus dan sempurna, dia bakalan gak ada kerjaan.

saya sudah dijadwal ujian tesis atau kolokium tgl 31 agustus 2009 jam 12.00. saya yakin. pada saatnya saya akan merdeka dari penjajahan belanda.

semoga!

Mencari Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020

Detik.com Sabtu, 27/06/2009 21:28 WIB

Eddi Santosa – detikNews


Den Haag – Para pelajar dan intelektual Indonesia di luar negeri akan berkumpul untuk membahas dan mempersiapkan misi dan strategi bangsa Indonesia menghadapi tantangan dunia 2020.

Kegiatan yang akan digelar di Gedung Museon, Denhaag (3-5/7/2009) berformat simposium internasional itu merupakan kolaborasi bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan Aliansi PPI Luar Negeri atau Overseas Indonesian Students Association Alliance (OISAA).

Simposium bertema Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri: Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020, itu menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui teleconference.

Siaran pers panitia yang diterima detikcom hari ini (27/6/2009) melalui Sekjen PPI Belanda menyebutkan bahwa hasil yang diharapkan dari simposium ini antara lain memberikan rekomendasi bagi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia di berbagai sektor.

Selain itu juga diharapkan akan terbentuk organisasi yang menghubungkan seluruh intelektual muda Indonesia di luar negeri untuk aktif bersama-sama memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia, serta terbentuknya database intelektual muda Indonesia di seluruh dunia untuk kemudian dapat bekerja sama dengan pemerintah.

Disebutkan bahwa Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, J.E Habibie menyambut baik kegiatan ini. Sebagaimana telah dilakukan dalam dua tahun terakhir, KBRI Den Haag selalu berusaha maksimal untuk menumbuhkembangkan antusiasme dan semangat pelajar Indonesia di luar negeri untuk terus berkarya demi bangsa dan negara.

“Semangat itulah yang mendorong mereka untuk bersama-sama berjuang dengan para pemuda dan pelajar Indonesia di dalam negeri, saling berkolaborasi, bersatu untuk sebuah masa depan Indonesia yang lebih baik,” demikian Dubes.

Modal Nul Koma Nul

Ketua Panitia Achmad Adhitya mengatakan bahwa ketika ide ini digagas tak ada uang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Tak ada jaringan untuk menghubungi para ilmuwan, pemerintah dan jaringan kepemudaan. Yang ada hanyalah semangat bahwa hal yang dikerjakan ini diharapkan dapat memberikan sebuah sumbangsih untuk masa depan bangsa.

“Perlahan ide ini disosialisasikan ke beberapa pemuda Indonesia di belahan dunia yang lain. Seperti api kecil yang terus menerus ditumpahi minyak, semangat itu kian berkobar keseluruh penjuru dunia,” papar Adhitya.

Sementara itu Sekjen PPI Belanda Yohanes Widodo, akrab disapa Masboi, menuturkan bahwa sebanyak 30-an PPI di seluruh dunia terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan. Namun ada beberapa perwakilan PPI yang tidak bisa datang ke Den Haag karena kendala visa dan keuangan.

“Untuk pertama kali dalam dua puluh tahun terakhir pelajar Indonesia di luar negeri berkumpul dan menggelar acara simposium internasional bersama,” ujar Masboi.

Menurut Masboi, ini sesuatu yang luar biasa. “Rasa banggalah yang kemudian menyadarkan kita semua bahwa di mana pun kita berada, kita bisa dan harus selalu berkarya untuk bangsa,” tandasnya.

Agenda

Pada hari pertama akan ada bincang-bincang dengan Sekretaris Menpora Anis Baswedan PhD, Cut Maghfira, dan Dr. Nasir Tamara. Disusul ceramah umum Reposisi Indonesia di Percaturan Internasional oleh Jubir Kepresidenan Dr. Dino Pati Djalal.

Setelah itu diskusi panel Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia dalam Konteks Kerjasama dengan Pihak Asing dengan pembicara HM Rusli Zainal, Agusman Effendi, Henricus Herwin. Disusul panel kedua dengan tema Regenerasi Ilmuwan Muda dan Brain Gain Pemuda Indonesia.

Pada hari kedua akan menampilkan presentasi dan diskusi ilmiah di enam komisi yang dikoordinir oleh PPI UK, PPI Jerman, PPI Singapura, PPI Yaman, PPI Belanda, dan PPI Australia. Agenda hari ketiga adalah Pembentukan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4).

(es/es)

http://www.detiknews.com/read/2009/06/27/212836/1155136/10/mencari-strategi-pembangunan-indonesia-menuju-2020

Lupa Lupa Ingat

Lupa Lupa Ingat (Kuburan Band)

Le mari mari rame rame kita kumpul tapi gak kebo
Le bukan nyanyi tulo tulo mari kita nyanyi yo

*
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuma ingat kuncinya

**
C A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi

Back to *, **

C A minor D minor ke G ke C lagi
A minor Demi Moore kece ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi
A minor D minor ke G ke C lagi

Nah abis dari C kita kemana nih,
Sudahlah kita ke C lagi saja (ke C lagi) jangan pusing-pusing
Tau nih kayaknya ke C lagi aja (ke C lagi) jangan ngikutin teruslah
Berantakan ini yang dapet (ke C lagi)
Ey yang bener udahlah ganti ini
Ke C lagi ke C lagi (ke C minor)

Radio PPI Dunia: Menemani Sobat PPI di Seluruh Dunia

Radio PPI Dunia diluncurkan pada hari Senin, 18 Mei 2009 pukul 00.00 WIB. Sebelumnya, radio ini telah melakukan uji coba siaran sejak 26 April 2009. Peluncuran Radio PPI dunia ditandai dengan siaran berantai dari Mesir, Belanda, Jerman, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Radio ini akan menemani pendengar setianya di seluruh dunia dengan siaran 24 jam.

Radio PPI Dunia digagas oleh Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh dunia. Kelahiran radio ini diinisiasi momen Simposium Internasional di Den Haag, Belanda. Hingga saat ini, sebanyak 10 PPI di seluruh dunia terlibat di radio ini.

Radio PPI Dunia merupakan radio online atau streaming yang disiarkan lewat internet dan bisa didengarkan melalui situs http://www.radioppidunia.com Pendengar juga dapat berkomunikasi dengan penyiar serta berkirim salam dan lagu melalui pesan singkat Yahoo Messenger: [email protected]

Read the rest »