Anjelie Tujuh Tahun

1 Maret 2017. Hari ini Anjelie ulang tahun ketujuh. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tambah besar dan sehat, ya Njel J.

Beberapa bulan lalu Anjelie sempat sakit demam berdarah sehingga harus diopname dan transfuse darah. Setelah sembuh, terlihat bahwa pertumbuhan badannya cukup pesat. Nafsu makannya kuat. Di antara teman-teman Sebagai murid Kelas 1 di SD Kanisius Sengkan, dia tergolong bongsor. Bobotnya kini lebih kurang 30 kilogram—padahal dulu ayah waktu SD kelas 5, bobotnya hanya 25 kilogram, lho Njel J

Di sekolah, Anjelie sempat mengikuti beberapa ekstra kurikuler: vocal, karawitan, melukis, dan taekwondo. Namun yang masih ditekuni saat ini hanya taekwondo. Setiap hari Senin dan Kamis dia berlatih di Dojang Kanisius Sengkan. Mungkin minatnya lebih ke olah raga daripada seni.

Sebelum masuk sekolah, salah satu TV swasta sempat menayangkan sinetron tentang Wushu. Dia sering mengikuti gerakan-gerakan Wushu. Mungkin karena itu, dia berminat menekuni Taekwondo. “Aku mau jadi atlet,” katanya.

Akhir-akhir ini dia senang sekali bermain sepedaan dengan teman-temannya di Kampung Gandok. Sepeda mini ukuran 18 yang dibeli tahun 2013 dirasa sudah kecil. “Anjelie pingin dibelikan sepeda yang besar, ya yah… Sepeda yang ini sudah kekecilan.”

Sebagai hadiah ulang tahun,  Ayah dan Bunda memberikan hadiah ulang tahun berupa sepeda ukuran 24 merek Jeyang di Toko Esa Jaya Gejayan. Kebetulan Ayah sempat diminta Om Yudha mendesainkan cover novel pertamanya berjudul Perempuan Komodo. Honor dari Om Yudha kemudian dibelikan sepeda. Akhirnya adik yang mendapat jatah lungsuran :)

Setiap hari Anjelie masuk ke sekolah pukul 07.00 karena itu pukul 06.00 dia harus sudah mandi dan berangkat ke sekolah pukul 06.30. Biasanya diantar ayah atau sesekali dia minta diantar Eyang Kakung. Pulang sekolah dia dijemput Eyang Kakung karena ayah dan Bunda harus bekerja.

Saat santai atau sedang mandi, Anjelie paling senang kalau Ayah bercerita tentang tingkah polah adik Anjani yang kadang polos, konyol, dan lucu. Dia bisa tertawa terbahak-bahak. Kadang ayah harus bercerita berulang-ulang.

Di saat senggang, Anjelie suka membuka Youtube dan mencari video-video The Voice Kids Indonesia dan menirukan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para kontestan. Acara televise yang disukai adalah film kartun Bima di ANTV. Lalu kalau sore dia paling suka nonton sinetron-sinetron SCTV, mulai dari Mermaid in Love 1 dan 2 dan yang terbaru Anak Langit.

Memang besok mau jadi apa Njel: artis, penyanyi, atau atlet?

Anjelie Ulang Tahun Keenam


1 Maret 2016. Tak terasa, Anjelie berulang tahun keenam. Hahaha. Ayah jadi ingin malu. Dulu, pernah ayah berjanji untuk membuat tulisan setiap ulang tahun Anjelie. Tapi ternyata banyak bolongnya. Maaf, ya Njel!
Read the rest

Menyoal Media Intoleran

Bernas Jogja, 25 November 2014

Oleh Yohanes Widodo

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet dan perubahan politik sejak reformasi 1998 telah membuka ruang demokrasi di Indonesia. Laiknya sekeping mata uang, di satu sisi keterbukaan itu mendukung perdamaian, keberagaman, toleransi dan upaya perwujudan nilai-nilai demokrasi (Kikue Hamayotsu, 2013). Di sisi lain, kebebasan dan keterbukaan ini lalu memungkinkan munculnya media-media yang menyebarkan ideologi intoleran serta mengobarkan nilai-nilai yang berbeda bahkan bertentangan dengan demokrasi dan kemanusiaan. Read the rest

Cyberbullying dan Pilpres 2014

Bernas Jogja, Selasa 10 Juni 2014

Oleh Yohanes Widodo

Pilpres 9 Juli 2014 membuat masyarakat terpolarisasi. Pertentangan kedua kubu begitu sengit, khususnya di ranah Internet. Masing-masing kubu didukung oleh ‘pasukan media sosial’ yang siap bertarung. Praktik tweet-war, perang ‘meme’ maupun komentar-komentar yang mem-bully—menjelekkan atau menjatuhkan—lawan mewarnai situasi perang itu.

Kehadiran media sosial dalam konteks pemilihan presiden kali ini menjadi penting karena saat inilah puncak penggunaan media sosial dalam peristiwa Pemilu. Kaum cyber-optimist melihat Internet adalah democratic space yang bisa membuka ruang demokrasi partisipatoris. Internet mampu (1) menyediakan ruang dan waktu bagi publik untuk berkomunikasi tanpa batas (space-time liberty), (2) menyebarluaskan berita, informasi, maupun gagasan secara mandiri (sharing liberty), serta (3) membuka akses bagi orang-orang dengan keterbatasan ekonomi (access liberty) (Unwin, 2000). Read the rest